"Sapi australia diberi makan rumput green grass atau grass fed," papar Siti Nur Aini.
"Selain grass fed atau green grass, sapi australia juga mendapatkan makanan grain fed atau makanan berbahan biji-bijian, misalnya campuran biji gandum," tambah Siti Nur Aini.
Sapi australia hingga usia tiga bulan mendapatkan asupan makanan green grass atau grass fed atau rumput.
"Di usia lanjutan setelah tiga bulan, sapi australia mendapatkan makanan dari green grass atau grass fed ke on grain fed atau makanan biji-bijian," ujar Siti Nur Aini.
Lanjut Siti Nur Aini, setiap tahun ada sekitar 450.000 hingga 500.000 ekor sapi australia diekspor dari Australia ke Indonesia.
Sementara, ekspor daging sapi australia dari Australia ke Indonesia saban satu tahun mencapai 45 juta ton.
Siti Nur Aini melanjutkan, untuk mencapai kualitas daging sapi lokal Indonesia setara dengan daging sapi australia, pihak berkepentingan di Indonesia mesti banyak melakukan Research and Development atau R and D atau R&D.
"Peternakan sapi di Australia besar karena ada R and D atau Research and Development," ucap Siti Nur Aini.
Trade Development Manager MLA atau Meat and Livestock Australia Siti Nur Aini mengambil contoh Research and Development atau R and D yang bisa dilakukan di penggemukan sapi.
"Di penggemukan sapi, peternakan sapi lokal Indonesia bisa melakukan R and D atau Research and Development untuk pakan yang lebih baik," pungkas Trade Development Manager MLA atau Meat and Livestock Australia, Siti Nur Aini.