PejuangKantoran.com - Di dunia masak-memasak atau kompetisi memasak, ada pemeo yang menyebut jangan bawa pisau tumpul ke kompetisi memasak.
"Pisau tumpul memang bukan untuk kompetisi memasak. Bawalah pisau tajam," kata Juru Masak atau Chef Vindex Tengker pada Kamis dua pekan lalu di sela-sela penjurian National Butchery and Cooking Competition 2023 berbasis daging sapi australia oleh Meat & Livestock Australia atau MLA di Hotel Raffles Jakarta.
Dalam kesempatan itu, hadir juga Regional Manager South-East Asia MLA Valeska.
Trade Development Manager MLA Siti Nur Aini pun ikut datang.
"Ini filosofi jangan membawa pisau tumpul ke kompetisi memasak," ujat Technical Director PT Katto Asa Indonesia atau Katto Hermanto Tan, salah satu sponsor pada kompetisi memotong daging sapi australia dan memasak daging sapi australia oleh MLA tersebut.
Alat pengasah pisau Katto, ucap Hermanto Tan, menjadi pengasah pisau tumpul hingga menjadi pisau tajam merek apa pun pada kompetisi oleh MLA itu.
Filosofi pertama, lanjut Technical Director Katto Hermanto Tan adalah bahwa kompetisi memasak selalu memiliki batasan waktu lomba.
"Dalam kompetisi butchery seperti ini, paling penting adalah 30 menit pertama," tutur Technical Director Katto Hermanto Tan.
Pada masa 30 menit pertama itu, terang Technical Director Katto Hermanto Tan, peserta kompetisi melakukan trimming pada daging sapi australia atau daging sapi lokal Indonesia pada umumnya.