PejuangKantoran.com - Para penggemar Taylor Swift di seluruh Asia Tenggara sangat kecewa ketika tahun lalu diumumkan bahwa ia hanya akan menggelar konser di Singapura selama Eras Tour-nya.
Bahkan buat yang punya budget untuk melakukan perjalanan untuk menonton konsernya pun, tidak mudah mendapatkan tiket konser Taylor Swift.
Banyak penggemar yang harus berstrategi dan bersabar menunggu berjam-jam dalam antrean online saat terjadi ticket war.
Ternyata, konser Taylor Swift hanya diselenggarakan di Singapura karena negara tersebut sudah membuat kesepakatan untuk memastikan penyanyi berusia 34 tahun itu tidak akan tampil di negara lain di Asia Tenggara.
Hal tersebut diungkapkan Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin, yang mengatakan bahwa promotor AEG telah menyampaikan kepadanya tentang kesepakatan bahwa Swift tidak akan melakukan pertunjukan The Eras Tour di negara-negara ASEAN lainnya.
Saat berbicara di iBusiness Forum 2024 di Bangkok, Srettha Thavisin mengklaim bahwa ia diberitahu bahwa pemerintah Singapura menawarkan 2 juta hingga 3 juta dolar Singapura (1,6 juta hingga 2,4 juta poundsterling) per pertunjukan sebagai imbalan atas eksklusivitasnya di pulau tersebut.
Baca Juga: 7 Skill yang Perlu Dimiliki Tim Procurement untuk Memandu Keputusan Pembelian di Perusahaan
Enam konser Taylor Swift yang dijadwalkan di National Stadium Singapura pada bulan Maret sudah terjual habis. Stadion tersebut berkapasitas 55.000 tempat duduk.
"[AEG] tidak memberi tahu saya angka pastinya, namun mereka mengatakan bahwa pemerintah Singapura menawarkan subsidi antara $2 juta dan $3 juta.
"Pemerintah Singapura sangat cerdik," ujar Srettha Thavisin. “Mereka meminta promotor untuk tidak menggelar konser lain di Asia Tenggara.”
Mantan taipan properti ini menambahkan bahwa ia telah lama bertanya-tanya mengapa Taylor Swift tidak tampil di Thailand. Saat itulah, promotor AEG membantunya untuk lebih memahami.
Baca Juga: Lowongan Kerja Procurement Staff di PT Adaro Energy Indonesia Tbk bagi Lulusan Teknik Industri
"(Padahal) Jika dia datang ke Thailand, akan lebih murah untuk menyelenggarakannya di sini, dan saya yakin dia akan dapat menarik lebih banyak sponsor dan turis ke Thailand.
“Meskipun kami harus mensubsidi setidaknya 500 juta baht, namun itu akan sepadan.