"Jika saya tahu hal ini, saya akan membawa pertunjukan ini ke Thailand," katanya dalam pidato utama di forum tersebut. "Konser dapat menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian."
Pemerintah Singapura berharap konser penyanyi dengan kekayaan 1,1 miliar dollar itu bisa memberikan dorongan besar bagi sektor pariwisata, dan kunjungan Swift sudah dirayakan oleh para pejabat.
Baca Juga: Kemampuan Berpikir Strategis, Soft Skill Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja Saat Ini
Di kawasan lain di Asia Tenggara, para penggemar umumnya menyalahkan berbagai faktor sebagai penyebab ketidakhadiran Swift di negara mereka, mulai infrastruktur yang buruk, ketidakstabilan politik, hingga sikap di antara kelompok Muslim konservatif.
Banyak Swifties Thailand yang ingat bagaimana penyanyi ini harus membatalkan konsernya di Impact Arena Muang Thong Thani, Bangkok, pada tahun 2014, setelah kudeta militer yang dilakukan oleh mantan perdana menteri Prayuth Chan-ocha.
Di Malaysia, ada kekhawatiran bahwa akan semakin sulit bagi artis asing untuk tampil, setelah adanya protes atas ciuman sesama jenis yang dilakukan anggota band 1975 saat konser di bulan Juli 2023.
Baca Juga: Demi Ali Topan, Lutesha Nekad Bawa Motor Kopling Menembus Kemacetan dari Bintaro ke Cilandak
Asia Tenggara merupakan rumah bagi banyak penggemar setia Taylor Swift, dengan Quezon City di Filipina yang pernah tercatat oleh Spotify sebagai kota dengan jumlah pendengar terbesar kelima dalam peringkat kota-kota di dunia.
Selain Singapura, Taylor Swift juga akan menggelar konser Eras Tour di Jepang dan Australia.