PejuangKantoran.com - Hiroyuki Sanada, pemeran Lord Yoshii Toranaga di serial terbatas Shogun, dikabarkan sepakat untuk kembali memerankan tokoh busho alias panglima perang di serial tersebut.
Setelah penayangan perdananya, Shōgun dengan cepat menjadi serial hit untuk FX, dan menjadi serial perdana yang paling banyak ditonton di berbagai platform streaming.
Shōgun, yang disebut sebagai serial terbatas, menempati peringkat sebagai acara bernaskah termahal yang pernah dilakukan FX dalam sejarahnya.
Baca Juga: 5 Negara dengan Jam Kerja Terpanjang di Dunia (Untunglah, Indonesia Tidak Termasuk)
Jaringan tersebut menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan serial ini, yang didasarkan pada novel James Clavell tahun 1975 dengan judul yang sama.
Debut seri FX tersebut sudah menghasilkan 9 juta penayangan streaming secara global di Hulu, Disney+, dan Star+.
Pada bulan Maret, Disney mengatakan bahwa angka-angka tersebut merupakan debut terbaik di seluruh dunia hingga saat ini untuk serial hiburan umum.
Yang dimaksud hiburan umum adalah serial yang tidak termasuk dalam bendera Marvel, Star Wars, Disney Branded TV, Pixar, atau National Geographic.
Shōgun, yang selama enam tahun dibuat di berbagai benua, adalah serial FX termahal hingga saat ini. Menjelang pemutaran perdana serial tersebut, Chairman FX John Landgraf mengatakan bahwa dia dan timnya berharap bisa mengambil lebih banyak gambar dengan cakupan besar.
Baca Juga: Perusahaan Besar Wajibkan Bos-bosnya Bekerja 6 Hari Seminggu untuk Tanamkan Sense of Crisis
Mengamankan Hiroyuki Sanada
Shōgun mengangkat perseteruan John Blackthorne (Cosmo Jarvis) dan Lord Yoshii Toranaga (Hiroyuki Sanada).
Blackthorne adalah pelaut Inggris yang berani mengambil risiko yang akhirnya terdampar di Jepang, negeri yang budaya asingnya pada akhirnya akan mengubah dirinya.
Sedangkan Toranaga adalah seorang daimyo yang cerdas dan kuat, berselisih dengan saingan politiknya yang berbahaya.
Shōgun karya James Clavell merupakan fiksi sejarah. Karakter Blackthorne didasarkan pada navigator sejarah Inggris William Adams.