PejuangKantoran.com - Persaingan antara dua perusahaan teknologi terbesar di dunia yang sama-sama dipimpin CEO berdarah India tak juga mereda.
Pada Februari 2023, CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan bahwa dia berharap Bing yang baru akan membuat Google "keluar dan menunjukkan bahwa mereka bisa menari".
“Dan saya ingin orang-orang tahu bahwa kami membuat mereka menari, dan menurut saya itu akan menyenangkan,” kata Nadella kala itu, setelah Microsoft meluncurkan mesin pencari Bing yang didukung dengan OpenAI.
Baca Juga: Kesempatan Langka: Lowongan PR Internship selama 6 Bulan di Louis Vuitton Indonesia!
Nadella sebelumnya mengatakan bahwa dia menunggu 20 tahun untuk bersaing dengan Google. Google seharusnya menjadi pemenang default dalam perlombaan Big Tech AI, karena telah melakukan investasi awal pada AI dengan semua sumber daya serta bakatnya.
Namun, Microsoft mulai memimpin perlombaan AI ketika bermitra dengan OpenAI dan Bing baru, serta 365 Copilot, alat produktivitas bertenaga AI untuk aplikasi Microsoft.
Sementara itu, Google tidak berdaya menghadapi persaingan tersebut. Saat ChatGPT diluncurkan pada 2022, Google dilaporkan mengeluarkan “kode merah” kepada karyawan tentang potensi ancaman terhadap bisnis pencariannya.
Perusahaan juga memfokuskan kembali strategi AI-nya untuk mengikuti kompetisi baru. Tidak lama kemudian, Google meluncurkan chatbot AI Bard, yang sekarang disebut Gemini.
Belakangan, ketika mengumumkan peningkatan versinya, Google langsung menghadapi reaksi keras karena penggambaran tokoh sejarah dalam Gemini yang dibuat oleh alat pembuat gambar dinilai tidak akurat.
Namun raksasa teknologi ini berupaya mengejar ketertinggalannya, dengan memanfaatkan basis penggunanya yang sangat besar untuk mempromosikan produk AI-nya.
Baca Juga: Usai Long Weekend Pekan Ini, Masih Adakah Tanggal Merah dan Long Weekend di Mei 2024?
Google masih mendominasi
Google baru-baru ini mengumumkan sedang membuat chip AI-nya sendiri. Mereka juga meningkatkan upaya AI-nya dengan serangkaian kemajuan cloud, ketersediaan umum TPU v5p, rilis baru Gemini 1.5, dan berbagai penambahan AI ke Google Workspace.
Mereka juga telah melakukan restrukturisasi tim dan pengurangan staf selama setahun terakhir untuk memberikan ruang bagi prioritas terbesarnya, yaitu kemajuan AI.
Pada 2023, Google mengurangi tenaga kerjanya sekitar 6%, diikuti ribuan PHK secara bertahap pada tahun 2024.
Artikel Terkait
Prabowo Puji Inisiatif Hendropriyono Melestarikan Budaya Indonesia lewat Replika Istana Majapahit
Hari Raya Kenaikan Isa Almasih, Bukti Yesus Telah Menyelesaikan Pekerjaannya dengan Mulia
Qatar Airways Perkenalkan Cabin Crew dengan Kecerdasan Buatan (AI)
3 Gaya Kebiasaan Keuangan dan Investasi Orang-orang di Asia Tenggara Termasuk Indonesia: Krisis Literasi Keuangan
Miss USA 2023 Noelia Voigt Mundur dari Gelarnya Demi Kesehatan Mental
Perusahaan Wewangian Menciptakan Aroma Khas Toko untuk Membangkitkan Kenangan Pelanggan
Michelle Yeoh Bakal Jadi Penerima Medal of Freedom dari Presiden USA Joe Biden