Dari sisi lokasi wisatanya sendiri, ternyata juga bisa mengancam keberlangsungan Lokasi tersebut. Seperti catatan yang disampaikan dalam laman sustainabletravel.org.
Jumlah kunjungan yang berlebihan di sebuah tujuan wisata bisa menyebabkan rusaknya daya Tarik objek wisata tempat tersebut.
Misal, kunjungan wisatawan yang berelbihan di AngkoWat, Kamboja bisa menyebabkan jalanan batu yang kuno itu menjadi aus karena gesekan kaki pengunjung.
Baca Juga: PUMA Speedcat: Sneakers Favorit untuk Gaya Kantor yang Keren
Lalu solusinya apa? Ada solusinya, walaupun penerapannya tidak bisa sama antara satu wilayah dengan wilayah lain.
Overtourism sebenarnya lebih sering terjadi musiman. Saat libur libur panjang akhir pekan, saat liburan sekolah, saat liburan hari raya, dan sebagainya. Itu pun di tujuan-tujuan wisata tertentu.
Menurut nationalgeographic.com, mendorong dan mempromosikan lebih banyak lagi tujuan wisata saat off season (musim yang sepi), bisa menjadi solusinya.
Sementara di Indonesia, mendorong dan mempromosikan beberapa Lokasi wisata alternatif, seperti peluncuran Paket Wisata 3B, diharapkan juga bisa mengurangi potensi overtourism.