Overtourism, Wisatawan Membludak Tak Selalu Menjadi Kabar Baik. Ini Dampak dan Solusinya

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 23 September 2024 | 17:35 WIB
Ilustrasi overstourism di sebuah tujuan wisata. (AI Seart)
Ilustrasi overstourism di sebuah tujuan wisata. (AI Seart)

Pejuangkantoran.com Pada tanggal 20 September 2024 lalu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meresmikan dan me-launching peluncuran Paket Wisata 3B, yaitu Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara.

Ini adalah salah satu langkah pemerintah mengatasi overtourism yang menurut beberapa kalangan sudah melanda Bali.

Selama ini, pusat wisata Pulau Bali berada di kawasan Bali Selatan. Sementara Bali Barat dan Bali Utara masih belum terlalu terekspos. Begitu juga dengan Banyuwangi yang masih kalah pamor dibandingkan dengan Surabaya.

Baca Juga: Pro dan Kontra Membajak Karyawan dari Perusahaan Kompetitor, Siapa Paling Diuntungkan?

Lalu, apakah overtourism itu?

Menurut responsibletravel.com, overtourism adalah kondisi di mana terlalu banyak wisatawan yang berkunjung pada satu tujuan wisata tertentu.

Frasa ‘terlalu banyak’dalam hal ini tenu sangat subjektif. Namun ukuran ini menjadi sangat terkait dengan penduduk setempat, penyedia akomodasi, pemilik bisnis wisata, dan sebagainya.

Responsibletravel.com.com menyebutkan bahwa tanda-tanda overtourism itu bisa terlihat saat jalan kecil atau gang menjadi macet karena kendaraan wisatawan.

Saat satwa liar ketakutan dan menjauh dari wisatawan. Saat wisatawan tidak bisa menikmati landmark atau pemandangan alam karena saking padatnya pengunjung.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Luncurkan Paket Wisata 3B. Apa Yang Dijanjikan?

Atau saat lingkungan hidup yang ringkih menjadi terdegradasi kondisinya. Ini semua bisa menjadi tanda-tanda overtourism.

Dampak Overtourism

Jika melihat gejala-gejala ini, rasanya dalam dua tahun belakangan, banyak terlihat di berbagai tujuan wisata, baik domestik maupun internasional.

Kejadian terakhir adalah saat di beberapa tempat wisata macet total pada libur panjang akhir pekan (14-16/09).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Nationalgeographic.com, Kemeparekraf.go.id, responsibletravel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X