PejuangKantoran.com - Orang-orang yang terlihat makan sendirian di restoran mungkin pernah disambut dengan tatapan ingin tahu dan kasihan dari staf dan sesama pengunjung restoran.
Namun, stigma makan sendirian semacam itu sudah memudar. Saat ini lebih banyak orang yang hidup sendiri, sehingga lebih banyak pula yang makan sendiri.
Pada platform pemesanan restoran OpenTable, reservasi online untuk satu meningkat 8% selama 12 bulan yang berakhir pada 31 Mei, dibandingkan dengan waktu yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: BRI Dorong Pertumbuhan Sektor Properti Melalui KPR BRI Property Expo
Survei OpenTable terhadap 2.000 konsumen pada bulan Juni menemukan bahwa 60% responden pernah makan sendirian tahun lalu, termasuk 68% responden Gen Z dan Milenial.
Menurut para pengamat industri dan pemilik restoran, Gen Z dan milenial lah yang mendorong tren tersebut. Makan sendirian meningkat sebesar 14% dari tahun ke tahun di Inggris.
Di London, pemesanan meja untuk satu orang meningkat 10% dibandingkan tahun lalu, dan melonjak 23% di Manchester.
Alasan lebih suka makan sendirian
Survei menunjukkan bahwa sikap konsumen terhadap tren makan sendirian juga sudah berubah. Dalam survei tahun 2022 terhadap 1.200 konsumen, perusahaan riset pasar Mintel menemukan bahwa 60% responden nyaman-nyaman saja makan sendirian di restoran kasual.
Perubahan perilaku konsumen tersebut dapat dilihat dari empat alasan utama yang jadi penyebabnya, yaitu:
Baca Juga: 4 Minuman Peningkat Imunitas yang Wajib Kamu Coba, Bikin Lebih Sehat
1. Hidup sendiri
Tren makan merupakan cerminan dari perubahan besar dalam apa yang terjadi di sekitar kita, kata Stephen Zagor, konsultan restoran yang mengajar di Columbia Business School.
“Di sini, makan sendiri merupakan cerminan dari perilaku sosial yang lebih besar,” katanya.
Sebanyak 30% orang Amerika hidup sendiri, dan orang-orang menikah lebih lambat dari sebelumnya, bahkan lebih jarang dari sebelumnya.