“Sudah cukup terbebani ya sejak reading, karena saya kan tahunya hanya dari stasiun TV atau podcast beliau, dan juga lagunya. Saya tidak mengenal secara pribadi.
“Ketika ketemu langsung, saya justru kaget karena kakak Raim mau merangkul saya. Ajak ngobrol, sharing, mau nongkrong dan cerita dirinya seperti apa.
“Apa saja hal penting yang harus saya pelajari supaya orang melihat ini sosok Raim Laode,” terang Keisha, yang juga putra sulung Pasha Ungu.
Keterbukaan Raim Laode untuk menceritakan langsung tentang perjalanan hidupnya, dan membuka ruang diskusi untuk keperluan itu, dirasa sangat membantu Keisha mendalami perannya.
Bahkan, Raim juga mengajarkan langsung bagaimana berbicara dengan dialek BauBau.
“Kita cukup banyak diskusi yang cukup intens. Yang paling menyebalkan adalah kadang saya suka bandel, ada perbedaan pendapat. Tapi setiap dibalas oleh Kakak Raim, memang masuk akal.
“Jadi, nggak bisa dilawan. Akhirnya, saya mengikuti karena saya tahu ini susah dan tidak mau mengecewakan,” aku Keisha. (Syanne Susita)