senggang

Seberapa Sering Kamu Harus Mencuci Celana Jeans? Jawaban CEO Levi's Ini Bakal Bikin Shock

Selasa, 1 April 2025 | 15:11 WIB
Ilustrasi: Kalau jeans kamu belum terlalu kotor atau bau, nggak perlu langsung dicuci. (Unsplash/Ricardo Gomez Angel)

PejuangKantoran.com - Kalau kamu sering pakai jeans, pasti pernah bertanya-tanya: seberapa sering sih sebenarnya kita harus mencuci celana jeans?

Nah, ternyata ini bukan sekadar pertanyaan iseng, karena ada banyak pendapat yang berbeda soal ini. Bahkan mantan CEO Levi's, Charles Bergh, punya jawaban yang cukup mengejutkan!

Soal mencuci jeans, ada yang mencucinya tiap habis dipakai, ada yang menunggu sampai benar-benar kotor, bahkan ada yang hampir nggak pernah mencucinya!

Baca Juga: BRImo Tetap Jadi Andalan untuk Mengakses Transaksi Keuangan selama Periode Libur Lebaran 2025

Benjamin Talley Smith, seorang denim atelier, bilang bahwa jeans sebaiknya dicuci "sejarang mungkin, kalau bisa jangan sama sekali."

Sementara itu, pakar laundry Patric Richardson punya patokan sendiri: jeans bisa dicuci setelah 9 atau 10 kali pakai. Menurutnya, di titik itu, jeans pasti sudah punya noda atau mulai agak bau, jadi sudah waktunya dicuci.

Tetapi, tetap saja ada yang mencuci dan mengeringkan jeans setelah setiap pemakaian, sementara yang lain hanya mencucinya dengan tangan dan nggak pernah menjemurnya langsung di bawah matahari. Jadi, mana yang benar?

"Dirty Jean Manifesto"

Mantan CEO Levi Strauss, Charles Bergh, sempat bikin heboh pada 2014 saat dia bilang bahwa dia hanya mencuci jeans-nya setahun sekali! Tapi, alasannya bukan cuma soal kebersihan, melainkan karena alasan lingkungan.

Dalam blognya, "The Dirty Jean Manifesto," yang ia unggah di LinkedIn, Bergh menjelaskan bahwa mencuci celana jeans terlalu sering hanya akan memboroskan air.

Baca Juga: Demam Studio Ghibli untuk Model Gambar ChatGPT, Benarkah Melanggar Etika dan Hak Cipta?

"Kami menemukan bahwa sepasang jeans rata-rata menghabiskan sekitar 3.500 liter air setelah hanya dua tahun pemakaian, dengan pencucian seminggu sekali," tulisnya.

Dari jumlah itu, hampir setengahnya—sekitar 1.600 liter—hanya dari penggunaan mesin cuci. Itu setara dengan 6.700 gelas air minum!

Yang lebih ironis, banyak jeans diproduksi di negara-negara yang menghadapi krisis air seperti India, Pakistan, Meksiko, China, dan beberapa bagian California.

Jadi, kalau kita bisa mengurangi frekuensi mencuci celana jeans, itu berarti kita ikut membantu menghemat air.

Halaman:

Tags

Terkini