PejuangKantoran.com - Kalau kamu sering pakai jeans, pasti pernah bertanya-tanya: seberapa sering sih sebenarnya kita harus mencuci celana jeans?
Nah, ternyata ini bukan sekadar pertanyaan iseng, karena ada banyak pendapat yang berbeda soal ini. Bahkan mantan CEO Levi's, Charles Bergh, punya jawaban yang cukup mengejutkan!
Soal mencuci jeans, ada yang mencucinya tiap habis dipakai, ada yang menunggu sampai benar-benar kotor, bahkan ada yang hampir nggak pernah mencucinya!
Baca Juga: BRImo Tetap Jadi Andalan untuk Mengakses Transaksi Keuangan selama Periode Libur Lebaran 2025
Benjamin Talley Smith, seorang denim atelier, bilang bahwa jeans sebaiknya dicuci "sejarang mungkin, kalau bisa jangan sama sekali."
Sementara itu, pakar laundry Patric Richardson punya patokan sendiri: jeans bisa dicuci setelah 9 atau 10 kali pakai. Menurutnya, di titik itu, jeans pasti sudah punya noda atau mulai agak bau, jadi sudah waktunya dicuci.
Tetapi, tetap saja ada yang mencuci dan mengeringkan jeans setelah setiap pemakaian, sementara yang lain hanya mencucinya dengan tangan dan nggak pernah menjemurnya langsung di bawah matahari. Jadi, mana yang benar?
"Dirty Jean Manifesto"
Mantan CEO Levi Strauss, Charles Bergh, sempat bikin heboh pada 2014 saat dia bilang bahwa dia hanya mencuci jeans-nya setahun sekali! Tapi, alasannya bukan cuma soal kebersihan, melainkan karena alasan lingkungan.
Dalam blognya, "The Dirty Jean Manifesto," yang ia unggah di LinkedIn, Bergh menjelaskan bahwa mencuci celana jeans terlalu sering hanya akan memboroskan air.
Baca Juga: Demam Studio Ghibli untuk Model Gambar ChatGPT, Benarkah Melanggar Etika dan Hak Cipta?
"Kami menemukan bahwa sepasang jeans rata-rata menghabiskan sekitar 3.500 liter air setelah hanya dua tahun pemakaian, dengan pencucian seminggu sekali," tulisnya.
Dari jumlah itu, hampir setengahnya—sekitar 1.600 liter—hanya dari penggunaan mesin cuci. Itu setara dengan 6.700 gelas air minum!
Yang lebih ironis, banyak jeans diproduksi di negara-negara yang menghadapi krisis air seperti India, Pakistan, Meksiko, China, dan beberapa bagian California.
Jadi, kalau kita bisa mengurangi frekuensi mencuci celana jeans, itu berarti kita ikut membantu menghemat air.
Artikel Terkait
24% Pencari Kerja Berbohong saat Menulis CV, Paling Banyak tentang Pengalaman yang Dimiliki
Begini Cara Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan, Bisa Cair Hingga Rp10 Juta
Duh, Harga Emas Antam Naik Menjelang Lebaran, Tembus Rp1.806.000 per Gram
Kata Bill Gates, AI Akan Gantikan Banyak Pekerjaan Manusia dalam Dekade Mendatang Kecuali yang Satu Ini
Pulau dengan Pantai Pasir Pink di Indonesia Ini Tempati Peringkat Teratas Tempat Terindah di Dunia
OpenAI Rilis Fitur Image Generator Baru Memakai ChatGPT-4o, Paham Instruksi yang Lebih Kompleks
Pentingnya Diadakan Kegiatan Team Building di Kantor melalui Berbagai Games dan Aktivitas Seru Lain