PejuangKantoran.com - Nama Jero Point dikenal sebagai penulis cerita horor melalui thread yang kemudian diangkat ke dalam film. Namun, sekarang ia didapuk menjadi sutradara dan menggarap cerita ciptaannya sendiri dengan judul Jalan Pulang.
Masih dikemas sebagai cerita horor tentunya, tetapi Jero menegaskan bahwa Jalan Pulang akan menampilkan problematika dalam keluarga yang akan terasa relatable oleh penonton.
“Ini merupakan debut saya sebagai sutradara. Jalan Pulang bukan sekadar film horor tetapi lebih kepada bagaimana sebuah keluarga saling menjaga. Ibu ke anak, ke saudara.
Baca Juga: SIM A dan SIM C Kini Berlaku di 8 Negara ASEAN, dengan Aturan Tambahan di Malaysia dan Singapura
“Horor simbolik dengan kata pulang sebagai metafora dari perasaan ketakutan, penyesalan dan bayang-bayang masa lalu,” ujar Jero Point, saat konferensi pers trailer Jalan Pulang di CGV Grand Indonesia, (17/04/2025).
Mempercayai seseorang yang masih baru untuk menyutradarai film diakui produser Agung Saputra dari Leo Pictures butuh banyak pertimbangan, terutama mengingat biaya produksi yang tidak kecil. Namun, menurutnya penting untuk memberi kesempatan pada sutradara baru.
“Bagi Leo Pictures ini sebenarnya satu tantangan di mana kami mempercayai satu produksi yang sangat besar ini untuk sutradara yang baru dan belum pernah men-direct apapun.
“Tetapi, industri perfilman Indonesia perlu tambahan sutradara-sutradara baru. Saya sebagai produser harus berani mengambil langkah itu. Kalau nggak, industrinya akan jalan di situ-situ saja.
“Industri butuh yang baru dan baru lagi!” jelas Agung dengan penuh semangat.
Setelah menyelesaikan syuting, Jero yang juga dikenal sebagai penulis cerita film Di Ambang Kematian itu mengakui bahwa kesuksesan penggarapan film ini berkat dukungan para pemain.
Baca Juga: 3 Cerita Seru di Balik Coachella 2025, dari Benson Boone hingga Penonton yang Bayar Pakai Paylater
Mereka dinilai punya andil besar dalam menghidupkan cerita yang ia tulis sekaligus proyeksi visual yang ada di bayangannya.
“Dukungan cast di sini sangat luar biasa. Mereka sangat-sangat membantu memberi rasa dan roh untuk film ini! Sebagai sutradara baru, aku yang justru banyak belajar dari mereka karena menyempurnakan karakter-karakter dalam cerita,” ujar Jero.
Mengumpulkan pemain-pemain terkenal seperti Luna Maya, Taskya Namya, Shareefa Daanish, Teuku Rifnu Wikana, dan Sujiwo Tejo pun, bukan hal mudah.
Agung mengatakan bahwa merekrut nama-nama besar tersebut butuh waktu panjang dan ketekunan dalam meyakinkan mereka untuk bergabung.