Pejuangkantoran.com – Konsumen itu ibaratnya kamu sedang “pedekate” terhadap seseorang, maka kamu harus paham benar tentang siapa dia, apa kesukaannya, seperti apa sifat-sifat dan kebiasaannya, dan sebagainya.
Tujuannya adalah agar kamu bisa mengetahui apakah kamu dan dia sesuai atau tidak. Lalu, kamu jadi tahu apa preferensinya, bagaimana cara mendekati dan mengambil hatinya, dan sebagainya
Dalam berbisnis, hal seperti ini dinamakan consumer insight. Gampangnya, consumer insight adalah pemahaman yang mendalam tentang perilaku, motivasi, kebutuhan, dan keinginan konsumen, dan bukan sekadar tahu apa yang mereka lakukan, tapi juga paham mengapa mereka melakukannya.
Bagi departemen marketing, memahami consumer insight seperti memegang hati dan pikiran konsumen. Bagi departemen marketing, banyak hal yang menjadi alasan kenapa memahami dan mengetahui consumer insight itu sangat penting, yaitu:
Baca Juga: Sejumlah Aspek Penting dan Alasan Memahami Perilaku Konsumen atau Consumer Behavior
- Membantu Membuat Strategi yang Tepat Sasaran
Dengan mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan dan diinginkan konsumen, bisnis bisa:
- Menyesuaikan produk atau jasa yang akan ditawarkan.
Misal: Menawarkan produk sampo sasetan tentu akan lebih tepat di lingkungan kos-kosan mahasiswa daripada di komplek perumahan elit.
- Menyusun kampanye pemasaran yang lebih relevan.
Misal: Di kawasan lingkungan pensiunan tentu tidak pas jika pemasaran dilakukan dengan engagement di media digital, lebih pas jika engagement langsung.
- Menentukan harga dan saluran distribusi yang pas.
Misal: Produk-produk premium tidak tepat jika dijual dengan cara berkeliling dan dicicil, akan lebih tepat jika dijual di komunitas eksklusif dan pembayaran cashless.
- Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan
Kalau konsumen merasa dipahami, mereka cenderung:
- Lebih puas dengan layanan atau produk.
- Mau balik lagi dan bahkan merekomendasikan ke orang lain.
Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Marketer Harus Mengenali dan Paham Tentang Konsumen atau Audiens
- Mendeteksi Peluang Pasar Baru
Insight yang baik bisa mengungkap kebutuhan yang belum terpenuhi. Ini bisa menjadi:
- Peluang inovasi produk baru.
Misal: Di konsumen pekerja muda yang mobilitasnya tinggi, ternyata membutuhkan parfum dalam kemasan kecil dan praktis yang bisa dibawa ke mana-mana.
- Pasar niche yang belum banyak digarap pesaing.
Misal: Di komunitas pegiat touring sepeda motor, ada kebutuhan sabun, sikat gigi, dan pasta gigi yang sekali pakai karena mereka umumnya membawa tas yang terbatas kapasitasnya.
Artikel Terkait
5 Skill Marketing yang Harus Dikuasai Kalau Kamu Berminat Bekerja di Bidang Pemasaran
Dalam Menjalankan Usaha Bisnisnya, Generasi Z atau Gen Z Pilih Pemasaran Digital, Ini 4 Alasannya
22% Konsumen Indonesia Bersedia Membeli Barang Preloved, Khususnya Pakaian dan Sepatu
Kerja di Digital Marketing Gajinya Bisa Sampai Rp30 Juta! Apa Saja Tugas dan Keterampilan yang Harus Dimiliki?
Cara Menulis CV untuk Posisi Online Content Marketing dan Contohnya, Jangan Sampai Salah!