Saat menyanyikan lagu ini, penyanyi kelahiran Sumedang itu mengaku sulit untuk tidak ikut terbawa emosi. Bahkan, dari liriknya ia menjadi lebih menghargai orang-orang tercinta di sekelilingnya.
“Ini lagunya memang lagu ‘pembunuhan’ ya, meskipun filmnya film romance. Buat aku, lirik ini amat sangat kuat. Kok bisa ya, Pak Monty bikin lirik dengan kata-kata yang menyadarkan aku.
"Mulai dari saat itu, aku selalu kirim-kirim voice note ke orang tua aku, anak aku, dan sama orang-orang yang aku sayang.
Baca Juga: Met Gala 2025 Bakal Eksplorasi Kreativitas dan Elegansi Gaya Black Dandyism
"Kalau wajah, kita bisa melihat di foto. Tapi kalau suara, itu pasti yang akan lebih cepat hilang dari pikiran kita!” seru Rossa.
Tugas kedua yang tidak kalah menantang adalah berakting. Walau hanya sebagai cameo, Rossa mengaku keterlibatannya berakting murni berkat bujukan Robert Ronny.
“Ini sebetulnya ajakan paksaan dari Koko Ronny. Aku sudah bilang ya, aku nggak bisa akting! Tapi, selalu dibalas, 'Bisa! Ini perannya sebagai Rossa, kok! Penyanyi yang frustrasi karena tidak mendapat lagu yang bagus. Dikasih lagunya aneh-aneh'.
"Kejadian yang memang sering juga aku alami di kehidupan nyata,” pungkasnya.