Firefighter Boss yang Bikin Karyawan Burnout, Baru Terlihat 'Kerja' kalau Lagi Ada Krisis

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 5 Mei 2025 | 11:07 WIB
Ilustrasi: Firefighter boss cenderung baru bertindak ketika ada situasi darurat, dan tidak pernah berusaha mencegah sebelum hal itu terjadi. (Freepik)
Ilustrasi: Firefighter boss cenderung baru bertindak ketika ada situasi darurat, dan tidak pernah berusaha mencegah sebelum hal itu terjadi. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Saat pekerjaan di kantor sedang sibuk-sibuknya, terjadi sebuah masalah besar. Atasan langsung bertindak dengan menghubungi semua pihak yang terlibat, bahkan yang sedang tidak bekerja dan cuti.

Semua orang diminta untuk berkontribusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Situasinya sangat mendebarkan tetapi untungnya bisa diselesaikan.

Masalah besar itu sebenarnya sangat bisa dicegah oleh atasan. Ia cenderung mengabaikan tanda peringatan yang sudah terlihat, dan lebih suka suasana darurat karena bisa tampil sebagai pahlawan dan mendapat pengakuan.

Baca Juga: Menanti Seruan 'Habemus Papam!', Mengapa Konklaf Digelar dengan Sangat Rahasia di Kapel Sistina?

Namun, setelah itu tidak ada yang berubah dari cara kerjanya. Beberapa minggu kemudian, masalah yang hampir sama terjadi lagi.

Kenalkan: Si Firefighter Boss"

Kenyataannya, memang banyak pemimpin yang merasa “hidup” dalam kekacauan, suka bertindak jadi penyelamat, padahal tanpa disadari dia sendiri yang menciptakan masalah.

Ini namanya "firefighter boss", yang bekerja berdasarkan urgensi, terus-menerus menarik timnya bekerja dalam pertempuran dengan risiko tinggi.

Pemimpin seperti ini biasanya baru aktif bertindak dan terlihat "kerja" kalau lagi ada masalah besar atau krisis. Mereka bisa mengatur tim dan menghadapi krisis dengan sigap. 

Jika kamu bekerja dengan atasan tipe seperti ini, pastikan kamu mampu untuk melindungi energi dan kesejahteraan diri.

Baca Juga: IPPA Fest 2025 digelar BRI dan Kemenimipas untuk Menunjukkan Karya Terbaik Warga Binaan

Kerugian bekerja dengan firefighter boss

Bagi pemimpin seperti ini, pekerjaan baru dimulai ketika terjadi kesalahan. Meskipun pemikiran cepat dan kemampuannya untuk memobilisasi tim bisa sangat berharga dalam keadaan darurat, tetapi gaya kepemimpinan ini harus dibayar mahal.

Bukan cuma bikin frustrasi, tapi juga bisa memengaruhi kesehatan mental, bikin lelah secara fisik, tim juga jadi gampang burnout dan akhirnya menghambat pertumbuhan strategis.

Kelemahan terbesar firefighter boss ini bukan karena menciptakan solusi, melainkan karena tidak pernah mencegah terjadinya krisis, bahkan menghadapi krisis yang sama terjadi lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Harvard Business Review

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X