PejuangKantoran.com - Saat pekerjaan di kantor sedang sibuk-sibuknya, terjadi sebuah masalah besar. Atasan langsung bertindak dengan menghubungi semua pihak yang terlibat, bahkan yang sedang tidak bekerja dan cuti.
Semua orang diminta untuk berkontribusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Situasinya sangat mendebarkan tetapi untungnya bisa diselesaikan.
Masalah besar itu sebenarnya sangat bisa dicegah oleh atasan. Ia cenderung mengabaikan tanda peringatan yang sudah terlihat, dan lebih suka suasana darurat karena bisa tampil sebagai pahlawan dan mendapat pengakuan.
Baca Juga: Menanti Seruan 'Habemus Papam!', Mengapa Konklaf Digelar dengan Sangat Rahasia di Kapel Sistina?
Namun, setelah itu tidak ada yang berubah dari cara kerjanya. Beberapa minggu kemudian, masalah yang hampir sama terjadi lagi.
Kenalkan: Si Firefighter Boss"
Kenyataannya, memang banyak pemimpin yang merasa “hidup” dalam kekacauan, suka bertindak jadi penyelamat, padahal tanpa disadari dia sendiri yang menciptakan masalah.
Ini namanya "firefighter boss", yang bekerja berdasarkan urgensi, terus-menerus menarik timnya bekerja dalam pertempuran dengan risiko tinggi.
Pemimpin seperti ini biasanya baru aktif bertindak dan terlihat "kerja" kalau lagi ada masalah besar atau krisis. Mereka bisa mengatur tim dan menghadapi krisis dengan sigap.
Jika kamu bekerja dengan atasan tipe seperti ini, pastikan kamu mampu untuk melindungi energi dan kesejahteraan diri.
Baca Juga: IPPA Fest 2025 digelar BRI dan Kemenimipas untuk Menunjukkan Karya Terbaik Warga Binaan
Kerugian bekerja dengan firefighter boss
Bagi pemimpin seperti ini, pekerjaan baru dimulai ketika terjadi kesalahan. Meskipun pemikiran cepat dan kemampuannya untuk memobilisasi tim bisa sangat berharga dalam keadaan darurat, tetapi gaya kepemimpinan ini harus dibayar mahal.
Bukan cuma bikin frustrasi, tapi juga bisa memengaruhi kesehatan mental, bikin lelah secara fisik, tim juga jadi gampang burnout dan akhirnya menghambat pertumbuhan strategis.
Kelemahan terbesar firefighter boss ini bukan karena menciptakan solusi, melainkan karena tidak pernah mencegah terjadinya krisis, bahkan menghadapi krisis yang sama terjadi lagi.
Artikel Terkait
Siapa yang Dimaksud Reza Rahadian sebagai "Mereka" dalam Buku Pertamanya, 'Mereka yang Pertama'?
7 Tanda Kamu Mengalami Money Dysmorphia, Gara-gara Selalu Membandingkan dengan Orang Lain
Langkah-Langkah Sistematis Yang Bisa Membantu Mengidentifikasi Masalah Secara Persis!
Ingin Rutin Olahraga Jalan Kaki? Lebih Baik Beli Sepatu yang Tepat, Jangan Asal!
Jangan Biarkan Kamu Jadi Terbiasa Hidup dengan Rasa Nyeri di Tubuh, Ini yang Harus Dilakukan!
Prabowo Akan Hapus Sistem Outsourcing, Buruh dan Pengusaha Bakal Duduk Bareng
Keterampilan Logical Reasoning Sangat Dibutuhkan Dalam Pekerjaan. Berikut Cara Meningkatkannya!