PejuangKantoran.com - Setelah sukses dengan series Gadis Kretek, Ifa Isfansyah bersama Forka Film, rumah produksi yang didirikannya bersama Kamila Andini merilis film Angkara Murka.
Film garapan sutradara Eden Junjung mengambil latar belakang tambang pasir di lereng Gunung Merapi yang mengisahkan Ambar (Raihaanun), ibu 1 anak yang berjuang mencari suaminya, Jarot (Aksara Dena), yang hilang secara misterius di lokasi tambang tempatnya bekerja.
Selama masa pencarian suaminya, Ambar kerap mengalami teror mencekam dari praktik eksploitasi ilegal dan kekuatan gaib yang menguasai wilayah tersebut.
Baca Juga: Dulu Gemetar Saat Berbicara di Depan Umum, tapi Sekarang Tidak Lagi Setelah Melatih Public Speaking
Yang menarik dari film ini adalah lagu OST-nya, Tumbal Proyek, yang diciptakan kelompok Sukatani. Setelah kontroversi yang menimpa grup rock asal Purbalingga ini, kabar Sukatani seolah-olah hilang dari peredaran.
Makanya ketika duo Twister Angel (Novi Citra Indriyati) dan Alectroguy (Muhammad Syifa Al Lutfi) tampil gala premiere film Angkara Murka, penampilan mereka disambut hangat para undangan.
“Dua minggu setelah merilis lagu Tumbal Proyek, kami dihubungi Mas Eden dan menawarkan kesempatan agar lagu Tumbal Proyek dimasukkan ke dalam soundtrack. Lalu, kami dikirimi trailer dan baca-baca sinopsis yang dikirimi Mas Eden.
"Wah, ini punya benang merah yang sama antara lagu dan film Angkara Murka. Walaupun secara detail tidak sama persis, tapi ada kesamaan di tema,” terang Alectroguy saat gala premiere Angkara Murka di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis (15/05/2025).
Tema lagu Tumbal Proyek memang menyuarakan keresahan sosial yang mengkritik pembangunan yang dinilai tidak membawa manfaat tetapi malah memakan korban.
“Lagu ini bercerita tentang mitos yang berada di desa-desa yang kosong. Bahkan, di kota-kota, mungkin pernah mendengar adanya mitos tumbal proyek.
"Bagaimana pembangunan-pembangunan yang ternyata mubazir, menimbulkan korban-korban baik korban manusia, hewan, maupun lingkungan,” ujar Alectroguy.
Baca Juga: Penggunaan AI Chatbot di Kantor Ternyata Belum Memberi Dampak untuk Gaji yang Lebih Besar
Bukan hanya karena tema lagu dan film memiliki persamaan. Ada penyebab lain yang membuat kolaborasi ini bisa terjadi. Bagi sang sutradara yang baru pertama kali menyutradarai film panjang di film Angkara Murka ini, kolaborasi bersama Sukatani ia anggap sebagai jodoh.
Saat menggarap film di awal, ia belum terpikirkan untuk mengajak Sukatani berkolaborasi. Walau sejak awal, ia memang penggemar band. Ia kerap menonton konser musik yang menampilkan Sukatani sebagai pengisi acara.
“Berbarengan saya ingin merilis Angkara Murka ini, teman-teman Sukatani merilis lagu yang menurut interpretasi pribadi saya senada dengan film," ujar sutradara lulusan Jurusan Film dan Televisi Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini.