PejuangKantoran.com - Penggunaan AI di tempat kerja seperti ChatGPT atau Gemini katanya sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Di kantor-kantor, kabarnya AI sudah banyak dipakai, dari divisi HR sampai marketing.
Tetapi, menurut riset terbaru dari National Bureau of Economic Research, dampak AI ternyata nggak seheboh yang sering kita dengar. Artinya, belum ada perubahan besar soal gaji atau jam kerja.
Peneliti Anders Humlum, dosen ekonomi di University of Chicago, dan Emilie Vestergaard, mahasiswa PhD dari University of Copenhagen, mengamati lebih dari 25.000 karyawan di 7.000 tempat kerja di Denmark.
Baca Juga: Kembali Digelar Kementerian Ketenagakerjaan, Job Fair 2025 Buka 28.000 Lowongan Pekerjaan
Negara ini dipilih karena sistem pencatatan data tenaga kerjanya sangat detail, dan mirip dengan kondisi pasar kerja di AS.
Hasil penelitian mereka menunjukkan, secara rata-rata penggunaan AI di tempat kerja hanya menghemat waktu karyawan sebesar 3%. Dari efisiensi itu, cuma 3–7% yang kembali ke karyawan dalam bentuk kenaikan gaji. Artinya?
AI memang membantu pekerjaan jadi sedikit lebih cepat, tapi belum bikin penggunanya dapat gaji lebih tinggi.
"Chatbots AI belum menunjukkan dampak besar terhadap pendapatan atau jam kerja di profesi manapun," kata Humlum.
Mereka juga tidak menemukan adanya gelombang PHK massal akibat AI. Di sisi lain, belum ada lompatan besar dalam produktivitas yang bisa bikin karyawan jadi “superworker” yang digaji mahal.
Tanpa bimbingan perusahaan
Baca Juga: Jauh dari Sorotan Publik, Ini Sumbangsih Suami Najwa Shihab Di Dunia Hukum Indonesia
Menurut Humlum, sebagian besar studi sebelumnya fokus ke profesi yang memang paling terdampak AI, seperti software engineer, penulis konten, atau HR yang bikin job post.
Tetapi begitu dilihat lebih luas, efeknya nggak terlalu besar. Bahkan, sebagian besar waktu yang dihemat dari bantuan AI dipakai untuk pekerjaan lain, bukan buat istirahat.
“Saya sendiri jadi pakai waktu lebih untuk menyusun ulang soal ujian, biar mahasiswa nggak bisa nyontek pakai AI,” tukas Humlum.
Ternyata, banyak karyawan yang pakai AI tanpa bimbingan jelas dari perusahaan. Ada yang nggak tahu apakah boleh pakai, atau bahkan nggak pernah dilatih cara memakainya.
Artikel Terkait
Bicara di Depan Umum Memang Bikin Nervous, Untung Ada Cara Melatih Public Speaking agar Lebih Pede
Tiga Alasan Rizky Billar dan Lesti Kejora Mau Tampil Sebagai Cameo di Film 'Cocote Tonggo'
Bangkit Bersama UMKM, Ini Kontribusi Nyata BRI untuk Indonesia Lebih Kuat di Hari Kebangkitan Nasional
Bagi Kamu Yang Pelari, Lakukan Juga Latihan Kekuatan. Berikut ini Latihan Yang Harus Kamu Lakukan
Soal Pembatasan Diskon Ongkir E-Commerce yang Diatur Komdigi, Pos Indonesia Bilang Begini
Olah Raga Cardio Itu Penting Bagi Jantung. Berikut Alasan 7 Olah Raga Ini Bisa Disebut Oleh Raga Cardio
Buat Lomba Lari 5K, Konsumsi Makanan dan Minuman Berikut Ini Agar Lombamu Sukses dan Aman