senggang

Official Trailer Ketiga 'Selepas Tahlil' Dirilis, Suasana Duka pun Berubah Jadi Mimpi Buruk!

Selasa, 24 Juni 2025 | 20:50 WIB
Official trailer ketiga (BION Studios)

PejuangKantoran.com – Apa yang terjadi jika jenazah seorang ayah tiba-tiba bangkit, berjalan sendiri, dan mulai meneror hidup anak-anaknya? Yang pasti, suasana duka berubah menjadi mimpi buruk.

Adegan itulah yang ditampilkan dalam official trailer Selepas Tahlil, yang resmi diluncurkan pada Selasa, 24 Juni 2025. Trailer ini disebut-sebut lebih tegang daripada dua teaser sebelumnya yang mengaduk emosi penonton dengan kisah duka dan penyesalan dalam keluarga.

Video berdurasi dua menit 35 detik ini memperlihatkan bagaimana Saras (Aghniny Haque) dan Yudhis (Bastian Steel) tidak dapat memakamkan jenazah sang ayah dengan tenang, dan malah harus menghadapi tragedi demi tragedi.

Baca Juga: Salurkan Pembiayaan Kepada Koperasi Penyuplai Bahan Pangan MBG, BRI Ikut Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi Nasional

Rangkaian kejadian luka dan emosional berubah menjadi teror yang tak bisa dihindari. Mulai dari kematian sang ayah, Hadi (Epy Kusnandar), yang misterius, hingga kebangkitannya yang mengusik suasana duka yang dialami Saras dan Yudhis.

Kakak-adik ini tidak hanya dihadapkan pada luka masa lalu dan penyesalan, tetapi juga pada teror supranatural dari ayah mereka sendiri.

Rahasia yang belum terungkap

Selepas Tahlil, film horor pertama dari BION Studios, disutradarai oleh Adriano Rudiman, illustrator di balik komik Kambing Jantan milik Raditya Dika. Film ini memberikan pesan yang mendalam, betapa sedihnya jika menghantui kita ternyata orang tua kita sendiri.

Sosok hantu yang muncul dalam official trailer ini bukan hanya menyeramkan karena rupa atau suara, melainkan karena ia adalah seseorang yang kita kenal, kita rindukan, dan kita kira sudah kita mengerti semasa hidupnya.

“Di official trailer ini, horornya bukan sekadar dari dunia lain, tapi dari sesuatu yang sangat familiar: keluarga kita sendiri.

"Di satu sisi, kita merindukan ayah yang sudah tiada. Tapi di sisi lain, sosoknya justru datang dalam bentuk yang menyeramkan,” ungkap Adriano Rudiman.

Penonton dibuat terseret dalam konflik Saras dan Yudhis, akibat mereka mengabaikan wasiat terakhir sang ayah. Bukannya menjadi momen perpisahan yang damai, kematian sang ayah justru mengantarkan mereka pada gangguan gaib yang makin hari makin nyata dan brutal.

“Kita bisa lari dari hantu, tapi nggak bisa lari dari keluarga kita sendiri, apalagi yang datang membawa rahasia yang belum terungkap,” tutur Aghniny Haque.

Selepas Tahlil menggambarkan bahwa horor tidak hanya berasal dari dunia gaib, tetapi juga dari emosi dan kesalahan manusia yang belum terselesaikan.

Halaman:

Tags

Terkini