senggang

Prilly Latuconsina Ajak Gen Z Aware tentang Penyakit ALS melalui 'Hanya Namamu dalam Doaku'

Sabtu, 12 Juli 2025 | 08:00 WIB
Dalam film Hanya Namamu dalam Doaku, Prilly Latuconsina mengangkat tema yang lebih dewasa. (Instagram @prillylatuconsina96)

PejuangKantoran.com - Sinemaku Pictures dikenal sebagai rumah produksi yang banyak mengangkat tema kehidupan kalangan Gen Z. Namun film terbarunya, Hanya Namamu dalam Doaku, mengangkat cerita dan tema yang lebih dewasa.

Film ini berkisah tentang bagaimana dinamika sebuah keluarga saat menghadapi cobaan. Ada alasan khusus mengapa Prilly Latuconsina dan Umay Shahab yang bertindak sebagai produser eksekutif mengangkat tema yang lebih dewasa seperti itu.

“Jadi karena Sinemaku itu selalu mengangkat film soal keluarga, makanya banyak tuh yang suka curhat di media sosial.

Baca Juga: Perkembangan AI Mengubah Cara Lulusan Merancang Karir di Masa Depan, Jadi Lebih Positif atau Negatif?

"Ada satu follower, seorang istri yang bercerita sedang merawat suami penderita ALS," ujar Prilly Latuconsina, saat konferensi pers trailer Hanya Namamu dalam Doaku di Plaza Senayan XXI, Kamis (03/07/2025).

ALS, atau Amyotrophic Lateral Sclerosis, adalah penyakit yang menyebabkan hilangnya kemampuan otot untuk bergerak, sehingga akhirnya bisa menyebabkan kelumpuhan.

"Kita lalu riset bersama ibu Yani (ibunda Umay yang juga produser eksekutif film) karena beliau yang lebih punya pengalaman dalam berumah tangga.

"Ternyata, ada yang istrinya terkena ALS. Suaminya terkena ALS. Jadi, kita merasa ini bisa menjadi isu yang sangat penting untuk raise awareness-nya. Tapi bagaimana ya angkat awareness-nya?

"Kita tidak mau bikin film yang mengajari orang karena kita filmmaker, bukan dokter,” kata Prilly.

Berhubung Prilly dan Umay juga belum menikah, mereka pun banyak berkonsultasi dengan orang tua untuk mendapatkan insight dalam meramu cerita tentang dinamika dalam rumah tangga dan keluarga. 

Baca Juga: Pentingnya Peran HR dalam Melakukan Mediasi Karyawan saat Terjadi Konflik di Tempat Kerja

“Saya lihat papa dan mama, ngobrol sama papa bahas rumah tangga. Saya baru tahu, sosok suami itu ngerasa kuat dan harus bertanggungjawab.

"Kadang istri nggak tahu suami lagi ngapain, nggak tahu lagi kena musibah apa. Karena suami nggak mau ngerepotin istri.

"Kita mau angkat itu karena film ini harus menyuarakan laki-laki dan harus relate dengan laki-laki juga. Kalau perempuan, kadang suka merasa tidak dilibatkan.

"Ya sudah, kita jahit informasi-informasi itu dan jadilah Hanya Namamu dalam Doaku,” terang Prilly lebih lanjut.

Halaman:

Tags

Terkini