Berhubung cerita ini menyangkut suatu penyakit, Prilly dan tim harus banyak berkonsultasi dengan dokter, mendekatkan diri dengan komunitas ALS sampai membuat dokumenternya.
Ia sadar bahwa sebagai pembuat film, dirinya tidak boleh memberikan informasi yang salah mengenai ALS ini. Tantangannya adalah menyamakan realita yang dianggap benar, ke konflik yang belum pernah dihadapi di dunia nyata.
Baca Juga: Berawal Jadi Penyiar TV Dalam Negeri, Abdy Azwar Sekarang Jadi Presenter Berita di KBS News Seoul
“Sinemaku Pictures kan selalu melihat penontonnya seumuran dengan kita (filmmaker-nya), yaitu para Gen Z. Jadi, tantangannya bagaimana film ini secara cerita dewasa tapi bisa mewakili hati banyak orang.
"Bisa mewakili hati anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, teman-teman, semuanya,” tutupnya.
Artikel Terkait
Di Balik Pembuatan Film 'Sore: Istri dari Masa Depan', Sheila Dara Belajar Bahasa Kroasia
3 Cara Meningkatkan Kolaborasi di Tempat Kerja agar Tak Ada Karyawan yang Beban Kerjanya Lebih Besar
Cara Meningkatkan Manajemen Waktu dan Keterampilan Organisasi Diri? Ikuti 5 Tips Cerdas Ini!
Malaysia Bakal Gigit Jari, Tarian Pacu Jalur yang Dibawakan 'King Dikha' Tak Bisa Diakui Negara Lain?
Kelelahan karena Beban Kerja Tambahan Bisa Membuat Kamu Merasakan Citizenship Fatigue, Apa Itu?
Tarif Trump 32% ke RI Picu Kekhawatiran Investor, Strategi Diversifikasi Disarankan
BRI Fokus Himpun Dana Murah untuk Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang