Perkembangan AI Mengubah Cara Lulusan Merancang Karir di Masa Depan, Jadi Lebih Positif atau Negatif?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 11 Juli 2025 | 22:18 WIB
Ilustrasi: Sebagian lulusan baru menemukan peluang baru yang muncul berkat perkembangan AI. (PejuangKantoran.com/Meta AI)
Ilustrasi: Sebagian lulusan baru menemukan peluang baru yang muncul berkat perkembangan AI. (PejuangKantoran.com/Meta AI)

PejuangKantoran.comPerkembangan AI saat ini membawa perubahan besar di dunia kerja. Salah satunya, banyak lulusan baru yang mulai mempertimbangkan ulang jalur karir yang ingin dijalani.

Perubahan ini dipicu oleh kekhawatiran akan tergantikannya peran manusia, sekaligus munculnya berbagai peluang baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Berdasarkan laporan yang melibatkan lebih dari 4.000 mahasiswa dan sarjana, dikabarkan ada 11% yang memilih pindah jalur karir akibat kemajuan teknologi AI.

Baca Juga: Pentingnya Peran HR dalam Melakukan Mediasi Karyawan saat Terjadi Konflik di Tempat Kerja

Bahkan, sebanyak 43% orang menyatakan keinginan untuk keluar dari tempat kerja mereka saat ini. Sebagian dari mereka merasa pesimis melihat masa depan pekerjaan, terutama karena meningkatnya otomatisasi.

Keinginan untuk pindah jalur karir juga muncul karena kekhawatiran bahwa pekerjaan mereka bisa tergantikan atau tidak relevan lagi.

Saat ini, bidang-bidang seperti coding, desain grafis, hukum, data science, film, dan seni termasuk yang paling sering disebut karena dianggap paling berisiko terdampak AI.

Misalnya saja lulusan jurusan Bahasa Korea dan Jepang yang semula ingin menjadi penerjemah. Banyak dari mereka yang kini mulai melirik karir di bidang konsultasi atau pemasaran karena semakin sedikitnya kebutuhan akan penerjemah manusia.

AI bisa memberi dan membuka peluang baru

Meski dianggap mengancam, tetapi sebagian lulusan justru menemukan peluang baru yang muncul berkat hadirnya AI. Seorang lulusan studi kepolisian melihat bahwa perkembangan AI telah mengubah cara kejahatan dirancang dan diungkap.

Baca Juga: Berawal Jadi Penyiar TV Dalam Negeri, Abdy Azwar Sekarang Jadi Presenter Berita di KBS News Seoul

Kini, karir di bidang intelijen dan kejahatan siber menjadi lebih menarik dan relevan dibandingkan rencana awalnya.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa para lulusan baru mulai aktif memanfaatkan teknologi AI untuk mencari dan melamar pekerjaan.

Sekitar 20% responden menggunakan alat seperti ChatGPT atau Microsoft Copilot untuk mencari nasihat seputar karir dan mereka bahwa merasa alat tersebut sangat membantu.

AI juga sudah banyak dimanfaatkan untuk menghemat waktu saat melamar pekerjaan karena memungkinkan pelamar untuk mengirimkan lebih banyak lamaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The HR Director

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X