senggang

'Legenda Kelam Malin Kundang' Jadi Upaya Joko Anwar Dekonstruksi Ulang Kisah Aslinya agar Lebih Relate

Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:20 WIB
Joko Anwar mendekonstruksi cerita rakyat Malin Kundang sehingga film Legenda Kelam Malin Kundang lebih relate untuk Gen Z. (Instagram/@comeandseepictures)

PejuangKantoran.com - Legenda Kelam Malin Kundang, film yang diinspirasi dari cerita rakyat asal Sumatera Barat, dijadwalkan untuk tayang di bioskop pada 27 November 2025.

Film ini ditulis oleh Joko Anwar, yang awalnya punya ide mengangkat kisah tersebut menjadi film karena sejak kecil sangat menyukai cerita-cerita rakyat semacam itu. Ternyata hal ini juga terjadi pada Tia Hasibuan, produser dari PH miliknya, Come and See Pictures.

Ada banyak cerita rakyat yang menjadi favorit mereka, seperti Si Kancil, Bawang Putih, Bawang Merah, Si Pahit Lidah dan Timun Mas.

Baca Juga: Siapa Dony Oskaria, Plt Menteri BUMN Pengganti Erick Thohir? Ini Rekam Jejak dan Kekayaannya!

Hingga sekarang, Joko bahkan mengaku masih menyimpan koleksi buku dan audio banyak cerita rakyat.

“Justru aku sama Tia sebelum kita putuskan bikin proyek ini, kita sangat dekat dengan cerita rakyat Indonesia," ujar Joko Anwar, saat peluncuran trailer Legenda Kelam Malin Kundang di Restoran Padang Merdeka, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (01/10/2025).

"Kita masih punya beberapa buku yang ada gambarnya dan tulisannya segede-gede kuku, dan kaset cerita-cerita legendaris ini. Lengkap dengan kotaknya!” 

Karena kecintaannya akan cerita rakyat, Joko Anwar merasa penting untuk melakukan alih medium cerita yang dulu biasa dinikmati melalui kaset atau secara audio itu menjadi medium visual film.

“Ini adalah salah satu cara kita untuk melestarikan cerita-cerita rakyat. Kita coba untuk mengangkat legenda-legenda, cerita-cerita rakyat yang kita percaya mempunyai nilai-nilai luhur, hal-hal yang sangat baik untuk diceritakan,” ujar Bang Jokan, panggilan akrabnya.

Namun ia menyadari kendalanya, bahwa jika cerita legendaris ini disampaikan ulang plek ketiplek, ia merasa anak-anak zaman sekarang akan susah untuk menangkap pesan atau nilai-nilai luhurnya. 

Baca Juga: Siapa Anggito Abimanyu yang Sekarang Jadi Ketua Dewan Komisioner LPS? Ini Sosoknya

Kemajuan zaman dan teknologi membuat cerita rakyat ini diminati generasi sekarang.

“Kalau kita melihat dari zaman sekarang, kenapa cerita-cerita rakyat itu tidak lagi dekat dengan masyarakat, terutama anak muda? Anak muda sekarang kan, ah, Malin Kundang? It doesn’t make any sense!

"Anak-anak Gen Z atau Alpha diceritakan soal Malin Kundang, if you say no to your mother, you’re going to turn into a stone or a rock! Mereka akan, ‘What? It doesn’t make any sense!'

Akhirnya, Joko Anwar mencoba untuk mendekonstruksi kembali cerita rakyat ini dengan harapan generasi sekarang bisa lebih menerima dan menganggap masuk akal.

Halaman:

Tags

Terkini