Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ini Cara Jaga Kesehatan Mental Untuk Para Pejuang Kantoran

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 09:05 WIB
ilustrasi Kesehatan Mental (pixabay.com)
ilustrasi Kesehatan Mental (pixabay.com)

PejuangKantoran.com - Setiap tahun pada tanggal 10 Oktober, dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Di tahun 2025, tema global yang diangkat adalah “Mental health in humanitarian emergencies”, menyoroti pentingnya kesehatan mental saat keadaan krisis dan bencana. 

Di Indonesia, kesehatan mental menjadi isu yang semakin mendapat perhatian, terutama di lingkungan kerja kantoran di mana tekanan, jam kerja panjang, dan beban kerja sering menimbulkan stres, kecemasan, dan kelelahan mental.

Data riset kesehatan mental di Indonesia menunjukkan bahwa gangguan mental bukanlah kasus langka. Lebih dari 20 persen penduduk pernah mengalami gangguan psikologis, dan tingkat depresi rata-rata mencapai sekitar 6,1 persen. Namun yang mengejutkan, hanya sebagian kecil dari mereka yang mendapatkan penanganan medis. 

Baca Juga: Rangga dan Cinta Jadi Hadiah Kelulusan Kuliah dan Pemenuhan Janji El Putra Sarira pada Orang Tua

Di kalangan pekerja formal seperti karyawan kantor, beban mental bisa lebih berat: tekanan target, tenggat waktu, tanggung jawab tim, dan ketidakpastian pasar kerja sering menjadi pemicu.

Belum lagi stigma terhadap orang yang “tak kuat mental”—beberapa orang takut dianggap lemah atau tidak kompeten jika mengaku kesulitan. Studi menunjukkan bahwa stigma ini masih tersebar luas, bahkan di kalangan mahasiswa kesehatan pun ada anggapan negatif terhadap orang dengan gangguan mental.

Baca Juga: Mengapa Pendaftaran SDUWHV Bisa Ditolak? Ini Penyebab Visa Ditolak dan Tips Supaya Lolos

Cara Menjaga Kesehatan Mental untuk Karyawan Kantoran

Menjaga kesehatan mental sebagai karyawan kantoran mensyaratkan lebih dari sekadar “tidur cukup” atau “libur weekend”. Berikut beberapa cara praktis yang bisa dilakukan:

  • Atur batas antara pekerjaan dan waktu pribadi: matikan notifikasi kantor di malam hari, jangan buka email kerja saat akhir pekan.

  • Sisihkan waktu untuk aktivitas yang menyenangkan dan melepas stres: olahraga ringan, hobi, atau sekedar jalan santai.

  • Cari dukungan sosial: teman, keluarga, atau rekan kantor yang bisa diajak berbicara jujur. Kadang saling curhat membantu meringankan beban mental.

  • Terapkan teknik relaksasi: meditasi, latihan pernapasan, mindfulness, atau istirahat pendek di sela jam kerja.

  • Jika gejala kecemasan, depresi, atau stres berat muncul secara rutin, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, tanpa rasa malu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X