6 Jenis Font yang Pantang Untuk Kamu Pakai Dalam Menulis Surat Lamaran dan CV

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 10:46 WIB
Ada jenis font tertentu yang sebaik dihindari dan pantang kamu gunakan untuk menyusun surat lamaran (cover letter) dan CV/resume. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ada jenis font tertentu yang sebaik dihindari dan pantang kamu gunakan untuk menyusun surat lamaran (cover letter) dan CV/resume. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Menulis surat lamaran atau cover letter tak hanya sekadar menyampaikan konten dengan potensi-potensi yang menjanjikan. Cara penyampaiannya juga menjadi penting, salah satunya adalah dalam pemilihan jenis font.

Seperti kamu tahu, pemilihan jenis font yang tepat yang digunakan untuk menulis surat lamaran dan CV kamu, akan memberikan impresi awal bagi rekruter atau HR.

Font yang tepat akan memberikan manfaat bahwa kamu perhatian pada detail, kamu mampu menjaga minat si pembaca untuk terus melanjutkan membaca, dan surat lamaran dan resume/CV kamu kompatibel dengan semua platform.

Ketika font yang kamu pakai dalam surat lamaran atau CV bisa terbaca dengan jelas, maka itu akan memudahkan rekruter atau HR untuk mengetahui potensi-potensi yang kamu miliki.

Sejumlah font wajib digunakan dalam menuliskan surat lamaran (cover letter) dan CV/resume. Jenis-jenis font itu adalah Times New roman, Arial, Helvetica, Garamond, Georgia, Calibri, dan Veranda.

Baca Juga: Panduan 7 Jenis Font yang Wajib Kamu Pakai Dalam Surat Lamaran Supaya Dapat Impresi yang Baik

Font yang Pantang Digunakan

Namun, ada sejumlah jenis font yang sebaiknya dihindari dan pantang untuk kamu gunakan dalam menuliskan surat lamaran (cover letter) dan resume/CV.

Font-font ini dihindari karena kurang dalam keterbacaannya, dan ini adalah faktor terpenting. Pada prinsipnya, hindari jenis font yang:

  • Huruf yang bersambung atau memiliki hiasan tambahan dan karakter khusus.
  • Semua jenis huruf skrip atau dekoratif.
  • Tidak kompatibel dengan semua platform pembaca dokumen.

Beberapa contoh jenis font yang harus dihindari dan alasannya, antara lain:

  1. Comic Sans MS
  • Kesan: Terlalu santai, seperti tulisan untuk anak-anak atau undangan pesta.
  • Masalah: Mengurangi profesionalitas, membuat dokumen terlihat tidak serius.
  • Alternatif profesional: Calibri, Helvetica, atau Arial.
  1. Papyrus
  • Kesan: Artistik atau eksotis berlebihan.
  • Masalah: Sulit dibaca dan terlalu “dekoratif”. Sering diasosiasikan dengan desain amatir.
  • Alternatif: Cambria atau Garamond jika ingin tampilan elegan.
  1. Curlz MT / Kristen ITC / Bradley Hand / Brush Script
  • Kesan: Terlalu dekoratif, menyerupai tulisan tangan atau font undangan.
  • Masalah: Tidak cocok untuk teks profesional dan sulit dibaca dalam jumlah banyak.
  • Alternatif: Georgia atau Times New Roman untuk tampilan klasik namun formal.

Baca Juga: Begini Peran AI Dalam Membuat Surat Lamaran Kerja, Serta Contoh-contoh Prompt Untuk Keperluan Itu

  1. Impact
  • Kesan: Tebal dan agresif, cocok untuk poster, bukan untuk teks dokumen.
  • Masalah: Tidak nyaman dibaca dan tidak ramah ATS (Applicant Tracking System).
  • Alternatif: Arial Black hanya boleh dipakai sangat terbatas, misal untuk nama, tapi bukan teks isi.
  1. Courier New (atau font monospace lain seperti Consolas)
  • Kesan: Seperti dokumen mesin tik lama.
  • Masalah: Terlihat ketinggalan zaman, jarak antar huruf terlalu lebar.
  • Alternatif: Cambria atau Book Antiqua.
  1. Chiller / Jokerman / Old English / Decorative Gothic Fonts
  • Kesan: Terlalu gaya atau dramatis, sering dipakai untuk desain kreatif atau poster film.
  • Masalah: Tidak sesuai konteks profesional apa pun kecuali industri seni tertentu.
  • Alternatif: Gunakan font profesional dengan sedikit karakter seperti Garamond atau

Menariknya, dalam konteks tertentu, Times New Roman yang sebenarnya aman pun bisa menjadi tidak tepat. Beberapa HR modern menganggapnya terlalu generik dan kuno.

Jika ingin tampak lebih segar namun tetap formal, pertimbangkan Georgia, Cambria, atau Calibri. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, Career.io

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X