PejuangKantoran.com - Siapa sangka, tumpukan piring kotor di wastafel bukan cuma soal malas atau rajin mencuci piring. Ternyata, kebiasaan sederhana ini bisa mengungkap banyak hal tentang kepribadian seseorang dan bagaimana cara mereka menghadapi stres serta berinteraksi dengan orang lain.
Menurut terapis hubungan Justin Dodson, konflik soal piring di rumah sebenarnya jarang benar-benar tentang piring itu sendiri. “Biasanya, pasangan bertengkar bukan karena tumpukan piring, tapi karena makna yang tersembunyi di baliknya,” ujar Dodson.
Para ahli menyebut ada dua tipe utama orang berdasarkan cara mereka memperlakukan cucian piring: tipe santai yang tak terburu-buru, dan tipe rapi yang tak bisa tenang sebelum wastafel kosong. Keduanya sama-sama mencerminkan pola pikir dan kebutuhan emosional yang berbeda.
Baca Juga: Mengenal Cheesemonger Francois Robin, Si Sommelier Keju yang Menjelajahi Dunia lewat Rasa
1. Tipe ‘Set It and Forget It’: Santai dan Tidak Terbebani
Bagi sebagian orang, melihat piring kotor tidak menimbulkan rasa bersalah atau stres. Mereka lebih suka menunda pekerjaan rumah dan memprioritaskan waktu istirahat terlebih dahulu.
“Biasanya mereka ingin bersantai dulu setelah makan, dan tidak melihat cuci piring sebagai hal mendesak,” jelas Anita Chlipala, terapis pernikahan dan keluarga.
Contohnya, pembuat konten Becca Bastos mengatakan bahwa hal terakhir yang ingin ia lakukan setelah masak adalah mencuci panci dan wajan. Ia lebih memilih membersihkan diri dulu dan menikmati waktu tenang, baru kemudian mengurus dapur.
Tipe ini juga cenderung memiliki apa yang disebut Chlipala sebagai “clutterblind” alias tidak terlalu terganggu dengan kekacauan visual. Mereka bisa hidup dengan sedikit berantakan tanpa merasa cemas.
Baca Juga: Dipecat Tiba-Tiba Setelah Lama Bekerja? Ini Cara Agar Kamu Tetap Merasa Aman dan Percaya Diri
2. Tipe ‘I Need It Cleaned ASAP’: Perfeksionis dan Mencari Ketertiban
Sebaliknya, bagi sebagian orang lain, piring kotor di wastafel bisa jadi sumber stres. Melihat kekacauan membuat mereka sulit bersantai.
“Bagi tipe ini, rumah yang bersih berarti pikiran yang tenang,” ujar Chlipala. Mereka merasa damai hanya jika lingkungan sekitar rapi dan terkendali.
Kebiasaan ini bisa jadi terbentuk sejak kecil. Ada yang tumbuh di keluarga yang terbiasa membersihkan dapur setelah makan sebelum waktu berkumpul keluarga dimulai. Artinya, kebersihan menjadi simbol kedamaian dan keteraturan.
Dodson menambahkan, untuk memahami tipe ini, penting menanyakan: Apa yang sebenarnya kamu rasakan jika ada piring kotor di wastafel?
Tags
Artikel Terkait
-
Berasa Nggak Belakangan Ini Panas Banget? BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia
-
Cuaca Panas Belakangan Ini Diprakirakan Masih Akan Berlanjut. BMKG: Waspadai Perubahan Cuaca Mendadak!
-
Dulu Jadi Jaminan, Kini 10 Jurusan Kuliah Ini Mulai Redup di Pasar Kerja yang Berubah Cepat
-
Kenapa Panas Banget Akhir-Akhir Ini? Ini Fakta-faktanya
-
Pernah Jadi Saluran Musik 24 Jam, MTV Menutup Beberapa Kanal Musiknya di Inggris per Akhir 2025
-
@america Gelar Career Fair, Kapan Lagi Bisa Cari Kerja dan Dapat Ilmu dari Para Speaker Andal!
-
Pemerintah Tambah 80 Ribu Kuota Magang Nasional, Siap Serap Lulusan Baru Mulai November
-
Hari Pertama Penjualan, iPhone 17 Pro Max Ludes dalam Hitungan Jam dan Ini Warna Paling Diburu Orang Indonesia
-
Katanya Air Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik? Ini Penjelasan Ilmiahnya
-
Jepang Terapkan JESTA: Aturan Baru bagi Wisatawan Indonesia yang Ingin Liburan Tanpa Visa