Pejuangkantoran.com – Artificial intelligence atau AI bisa memberikan jawaban “halu”, jawaban yang jelas tidak bisa kita jadikan sebagai panduan. Sebab jawaban halusinasi AI ini mengada-ada, tanpa didukung data, atau bahkan keyakinan AI tidak sesuai dengan kebenaran fakta.
Halusinasi AI ini memang meyakinkan, akan tetapi tidak benar karena tanpa dasar. Dan ini bisa terjadi karena Language Large Model (LLM) ini cara kerjanya adalah bukan memahami fakta namun memprediksi kata berikutnya berdasarkan pola dalam data latih.
LLM tidak memahami dunia seperti manusia. Ia hanya memprediksi kata yang paling mungkin berdasarkan pola data.
Akibatnya:
- ketika data kurang, model “mengisi kekosongan,”
- ketika diminta informasi spesifik, model memilih jawaban yang terdengar benar,
- ketika tidak yakin, model tetap menjawab karena tidak ingin “kosong.”
LLM pada dasarnya tidak tahu apa yang tidak dia tahu.
Baca Juga: Hati-hati, Berikut 9 Penyebab Artificial Intelligence atau AI Bisa Memberi Jawaban Halu!
Bagaimana indikasi bahwa jawaban yang diberikan AI adalah halusinasi? Berikut ciri-ciri halusinasi dalam jawaban AI:
- Fakta yang salah total.
- Mengarang nama, tempat, organisasi, atau istilah.
- Mengutip studi, jurnal, atau laporan yang tidak ada.
- Angka statistik yang dibuat-buat.
- Salah memahami konteks.
- Logika internal tidak konsisten.
Jenis-jenis Halusinasi AI
Halusinasi jawaban AI ini juga dibagi dalam berbagai jenis. menurut solix.com, memahami jenis-jenis halusinasi ini dapat meningkatkan kemampuan kita untuk menghindari kesalahan penggunaan dan mengurangi efek dalam aplikasinya di sunia nyata.
1. Halusinasi Faktual
Ini adalah jenis halusinasi AI ketika AI memberikan informasi yang salah secara fakta, meskipun konteks pertanyaannya benar atau wajar.
Contoh:
User: “Kapan Letusan Gunung Krakatau terjadi?”
AI: “Letusan Krakatau terjadi pada tahun 1895.”