senggang

'Pelangi di Mars', Wujud Ambisi Produser dan Sutradara Menggarap Film Sci-Fi selama 5 Tahun

Rabu, 18 Februari 2026 | 18:46 WIB
Pelangi di Mars mengangkat kisah perjalanan seorang anak di Planet Mars untuk mengemban misi mengatasi krisis air di Bumi. (Cinema 21)

PejuangKantoran.com - Menyambut libur Hari Raya Idul Fitri, akan ada beberapa film Lebaran yang bisa kita nikmati. Salah satunya Pelangi di Mars, film anak bertema petualangan dan fiksi ilmiah.

Film produksi Mahakarya Pictures ini mengangkat kisah perjalanan seorang anak di Planet Mars yang mengemban misi penting demi mengatasi krisis air di Bumi.

Dikembangkan selama lima tahun, film ini diproduksi menggunakan teknologi Extended Reality (XR) agar cerita terlihat lebih realistis sekaligus untuk mendukung kedalaman dalam penyampaian cerita.

Baca Juga: Siap-siap Nikmati 'Na Willa', Film Lebaran yang Menggabungkan Live-Action, Animasi dan Musikal

Produser Dendi Reynando mengungkap bahwa alasannya menggarap film yang secara nilai produksi sangat tinggi, dan secara proses membutuhkan waktu lama, ternyata sangat sederhana.

“Saya percaya peradaban dibentuk oleh cerita. Cerita apa yang kita dengar dan cerita apa yang akan kita ceritakan ke anak-anak kita itu secara tidak langsung menjadi instrumen penting dalam membentuk cara berpikir.

"Sebagai produser film, saya memang punya kegelisahan. Bermula dari pengalaman saya ke bioskop bersama anak saya yang ingin menonton film Indonesia.

"Ternyata, tidak ada pilihan. Sebagai produser film, saya merasa terpanggil,” ujar Dendi, saat konferensi pers Pelangi di Mars di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Saat mencari ide membuat film konsumsi anak-anak, ia bertemu sutradara Upie Guava yang sudah lama dikenalnya. Dendi pun mengajak membuat film layar lebar sambil menyodorkan satu naskahnya yang sudah jadi.

Namun Upie, yang selama ini dikenal sebagai sutradara video musik, rupanya ingin membuat film sci-fi untuk film panjang pertamanya. Sebab, dia tumbuh dengan menonton sci-fi sejak kecil.

Baca Juga: 'Tunggu Aku Sukses Nanti' Angkat Tema Tekanan Sosial yang Muncul Saat Lebaran bareng Keluarga

"Kemudian ketika dia menyampaikan ceritanya tentang ada anak Indonesia lahir di Mars, bawa ukulele, menyelamatkan bumi dari Mars, saya suka. Dan... the rest is history!” kata produser yang sebelumnya memproduseri film Star Syndrome ini.

Meluncurkan karya debutnya dengan film sci-fi dirasa penting buat Upie Guava. Ia punya keresahan-keresahan yang sama dengan Dendi, tentang film anak Indonesia yang terbatas.

Sutradara, yang juga banyak menggarap desain sampul album musik para musisi, ini merasa kurangnya literasi anak sehingga membuat daya imajinasi mereka kurang terasah.

“Saya lahir dari generasi yang tumbuh dengan menunggu majalah yang datang seminggu sekali sehingga punya waktu untuk gabut, melihat langit, terbiasa menghayal. plus tradisi di Indonesia pada zaman dulu di mana mendongeng adalah hal yang sangat umum.

Halaman:

Tags

Terkini