senggang

Atta Halilintar Garap Film Sepak Bola 'Garuda Di Dadaku' versi Animasi, Ajak Anak Berani Bermimpi

Sabtu, 11 April 2026 | 20:55 WIB
Film animasi Garuda di Dadaku akan ditayangkan pada 11 Juni 2026 bertepatan dengan dimulainya Piala Dunia. (Instagram @moviezy)

PejuangKantoran.com - Kedekatan dengan dunia sepak bola dan keluarga muda Indonesia menggerakkan minat Atta Halilintar untuk terlibat sebagai produser eksekutif di film sepak bola Garuda Di Dadaku (GDD) versi animasi.

Sejak kecil, ia sering sekali latihan sepak bola karena itu merupakan cita-citanya. Sampai-sampai ia kerap dimarahi orang tuanya sepulang bermain bola karena berulang kali mengalami cedera akibat bermain.

Namun, hal itu tidak pernah melunturkan kecintaan Atta pada sepakbola. Ketika ia merengek minta dibelikan sepatu bola dan tidak dibelikan, ia memilih menabung dan rela untuk menggunakan sepatu bekas.

Baca Juga: Deretan Status Whatsapp bakal Dipindah ke Bagian Atas Chat, Jadi Mirip Instagram Stories!

Kecintaan terhadap sepak bola, Atta meyakini, muncul karena kebanyakan anak Indonesia punya mimpi yang sama dengannya. Itu sebabnya ia merasa film ini mampu memberi impresi kuat serta pengalaman relevan yang dinikmati anak-anak bersama keluarga.

“Saking cintanya aku sama bola, aku sampai punya tim bola, tim futsal. Kata istri, ‘Kamu pikirin anak-anak dong. Kenapa sih bola terus? Ini kan pengeluaran duit!’ Nah, akhirnya muncul GDD ini.

"Dengan ada GDD ini, aku jadi mikirin anak-anakku. Setiap minggu aku pasti ke bioskop karena anak-anakku suka nonton. Ketika menonton, kita selalu melihatnya animasi luar negeri.

"Jadi, saya tuh sangat senang kalau ada animasi Indonesia. Aku bisa nonton film animasi ini sama anak-anakku, bisa cerita sekaligus menimbulkan semangat buat mereka,” ujar Atta Halilintar, saat trailer preview Garuda Di Dadaku di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Sebagai interpretasi baru dari IP ikonis Indonesia, film ini akan mempertahankan identitas kuatnya sebagai film sepak bola. Selain itu juga menghadirkan pendekatan yang lebih emosional melalui relasi antarkarakter, nilai sportivitas, kerja sama tim, dan semangat juara.

Produser Shanty Harmayn menjelaskan, film versi live-action ini terinspirasi dari lagu Garuda di Dadaku. Lagu ini bisa dibilang sebagai lagu wajib dalam setiap pertandingan sepak bola di Indonesia, terutama yang mendukung Timnas.

Baca Juga: Dress Code Met Gala 2026 Sudah Diumumkan, Saatnya Menunggu Kejutan Penampilan Para Selebriti

Atta lalu bertemu penulis skenario Salman Aristo, yang sama-sama terinspirasi untuk membuat cerita dengan semangat yang sama. Kisah itulah yang dituangkan ke dalam film GDD yang pertama.

“Bagi kami, produser dan sutradara, dalam merancang film ini memang sepak bola immediate responsnya, anak laki-laki pasti langsung tertarik.

"Tetapi justru di sini kita ingin memajukan karakter Naya yang diperankan oleh Quinn Salman untuk menunjukkan bahwa sepak bola juga buat anak cewek, lho! Bahwa di setiap cabang olahraga, semua mempunyai kesempatan yang sama,” timpal Shanty.

Semangat cinta sepakbola serta semangat sportivitas diperkuat dengan soundtrack utama Garuda Di Dadaku yang diaransemen ulang dan dinyanyikan oleh Isyana Sarasvati.

Halaman:

Tags

Terkini