WFH ASN Berdampak Nyata: Penumpang KRL Turun hingga 27 Persen

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 11 April 2026 | 08:05 WIB
Mulai Rabu, 20 Desember 2023, diterapkan ⁠menerapkan Switch Over (SO) atau penyesuaian jalur KRL di Stasiun Manggarai. (Dephub.go.id)
Mulai Rabu, 20 Desember 2023, diterapkan ⁠menerapkan Switch Over (SO) atau penyesuaian jalur KRL di Stasiun Manggarai. (Dephub.go.id)

PejuangKantoran.com - Kebijakan bekerja dari rumah (work from home / WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai menunjukkan dampak langsung, bukan hanya pada pola kerja, tetapi juga pada mobilitas harian di Jakarta dan sekitarnya.

Pada hari pertama penerapan WFH setiap Jumat, KAI Commuter mencatat penurunan signifikan jumlah pengguna Commuter Line. Hingga pukul 11.00 WIB, volume penumpang tercatat sekitar 335.268 orang, turun 27 persen dibandingkan Jumat sebelumnya yang mencapai lebih dari 460 ribu pengguna.

Penurunan ini paling terasa di stasiun-stasiun yang memiliki keterkaitan erat dengan kawasan perkantoran pemerintahan dan titik integrasi transportasi. Dengan berkurangnya kehadiran ASN di kantor, arus komuter pagi pun terlihat lebih lengang dari biasanya.

Baca Juga: 5 Aturan Main Kebijakan WFH Setiap Jumat yang Resmi Diberlakukan untuk ASN Mulai 10 April

Di sejumlah stasiun keberangkatan, tren serupa terlihat jelas. Stasiun Bogor, misalnya, mencatat penurunan sekitar 26 persen, sementara Stasiun Bekasi turun 25 persen. Bahkan, Stasiun Sudimara mengalami penurunan paling tajam hingga 35 persen.

Kondisi ini juga tercermin di stasiun tujuan yang umumnya menjadi akses ke kawasan perkantoran pusat, seperti Stasiun Juanda, Gondangdia, dan Palmerah, yang semuanya mengalami penurunan volume penumpang dengan kisaran 24 hingga 29 persen.

Meski demikian, tidak semua stasiun mengalami perubahan drastis. Beberapa titik transit utama seperti Sudirman dan Tanah Abang tetap ramai, meski arus penumpang pada jam sibuk terpantau lebih terkendali dibanding hari biasa.

Baca Juga: Dalam 'Jangan Buang Ibu', Nirina Zubir Memerankan Karakter Ibu di Usia 30, 50, dan 70 Tahun

Menariknya, di tengah penurunan jumlah pengguna, operasional Commuter Line tetap berjalan normal. KAI Commuter tetap mengoperasikan lebih dari 1.000 perjalanan setiap harinya, memastikan layanan tetap tersedia bagi masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kebijakan kerja fleksibel dapat berdampak langsung pada sistem transportasi publik. Dalam skala yang lebih luas, penurunan mobilitas ini berpotensi menjadi indikator perubahan pola perjalanan masyarakat urban—di mana perjalanan harian tak lagi menjadi rutinitas yang mutlak.

Di satu sisi, ini membuka peluang bagi sistem transportasi untuk beroperasi lebih efisien. Di sisi lain, menjadi sinyal bahwa pola kerja dan mobilitas di kota besar seperti Jakarta tengah mengalami pergeseran yang cukup signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X