senggang

Film 'Ghost In The Cell' Jadi Refleksi Keresahan Joko Anwar terhadap Situasi Absurd di Indonesia

Rabu, 15 April 2026 | 15:05 WIB
Sebagai filmmaker, Joko Anwar tidak mau film "Ghost in the Cell" berakhir dengan keputusasaan.

Walau proses kreatifnya dibuat dengan berkaca pada Indonesia yang absurd, namun perubahan suasananya bervariasi. Kadang happy, kadang komedi, kadang juga horor.

Hal itu memang jadi intensi Joko sejak awal menulis skenario film. Namun ada satu tone yang ia pertahankan, yaitu sebagai filmmaker ia tidak mau film berakhir dengan keputusasaan.

“Sebagai manusia, seperti tokoh Pendi (Lukman Sardi) di film bilang, masing-masing dari kita di bumi ini ada purpose-nya. Kita tidak mau tidak hopeful atau sampai delusional karena walau banyak sekali challenge yang harus dihadapi, tapi kita tidak 100% lost.

“Seperti di ending, kita mungkin bisa hopeless tapi tidak boleh hopeless 100%. Pasti ada 10% dari orang Indonesia yang masih punya harapan (jujur dan memiliki integritas).

“Semoga kita adalah bagian dari 10% itu dan itu adalah harapan buat Indonesia!” pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini