senggang

Kamu Termasuk Tipe Penonton Serial Secara Maraton Atau Menunggu Episode Mingguan?

Selasa, 9 Juni 2026 | 13:05 WIB
Kamu termasuk penonton serial tipe maraton atau episode mingguan? Ada faktor psikologisnya, lho! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Saat ini, bisa dibilang, semua penyedia layanan tayangan on demand seperti Netflix, HBO, Vidio, Vision+, Disney Hotstar, dan sebagai, mempunyai tayangan serial, baik yang serial terbatas maupun yang session-nya berjilid-jilid.

Ada perkembangan dan dinamika yang menarik dalam tayangan serial. Di era 2010-an, Netflix selalu merilis satu musim penuh dan ini diikuti sebagai standar industri. Namun sejak 2021, banyak platform yang beralih ke model rilis mingguan.

Perubahan ini didorong oleh data bisnis yang menunjukkan bahwa rilis mingguan meningkatkan keterlibatan penonton dan mengurangi tingkat pembatalan langganan (17/12/2025, informs.org). Meski begitu, masih ada yang merilis serial satu musim penuh, seperti Netflix.

Faktanya, meskipun ada yang rilis satu musim penuh dan banyak yang rilis mingguan, tetap saja masing-masing punya “penggemar”-nya. Ada yang yang lebih senang nonton episode per episode (weekly viewing) ada yang lebih senang nonton secara maraton (binge-watching).

 Menariknya, tipikal gaya menonton serial ini tak hanya terkait soal waktu luang, namun juga berkaitan dengan beberapa faktor psikologis, kepribadian, dan cara otak memproses penghargaan (reward).

 Baca Juga: Puas-puasin Nonton, Seluruh Film Harry Potter akan Dihapus dari Netflix Mulai Akhir 2026

Penikmat Episode Mingguan: Menyukai Antisipasi dan Refleksi

Orang yang menikmati menunggu episode berikutnya sering memperoleh kesenangan dari proses antisipasi ini. Dalam psikologi, ada konsep anticipatory pleasure (kenikmatan karena menantikan sesuatu).

Menunggu justru menjadi bagian dari pengalaman yang menyenangkan. Karakteristik yang sering ditemukan:

  • Menikmati spekulasi dan prediksi cerita.
  • Suka berdiskusi dengan teman atau komunitas setelah setiap episode.
  • Lebih senang mencerna makna cerita secara perlahan.
  • Tidak terlalu terganggu oleh ketidakpastian.

Fenomena ini terkait dengan penelitian bahwa otak sering kali menghasilkan respons dopamin bukan hanya saat menerima hadiah, tetapi juga saat mengantisipasi hadiah. Rasa “deg-degan” itu nikmat.

MIsal, menunggu episode baru setiap minggu dan menebak siapa pelaku dalam serial misteri. Ada juga yang suka membahas teori cerita di media sosial.

Bagi kelompok ini, perjalanan sama pentingnya dengan tujuan akhir.

 

Penikmat Binge-Watching: Menyukai Kontinuitas dan Penyelesaian

Halaman:

Tags

Terkini