PejuangKantoran.com - Dalam perjalanannya berkarir, Andini Aisyah Haryadi, atau yang lebih dikenal dengan nama Andien, selalu menunjukkan konsistensinya dalam bermusik. Ia setia mengeksplorasi jazz yang merupakan kekuatannya, dan mengawinkan genre musik tersebut dengan pop, R&B, dan soul.
Pertengahan 2026 ini, Andien merilis album kesembilannya yang berjudul Sehidup Semusik. Yang menarik dari album ini adalah konsepnya yang seperti mixtape, album kompilasi pribadi yang populer di tahun 80-an.
Sebagai terapannya, Andien pun terjun langsung dalam setiap aspek penggarapan album, mulai dari pemilihan produser, penulisan lirik, hingga penciptaan image dirinya sebagai artis.
Baca Juga: Green Flag vs. Red Flag Bibit, Bebet, Bobot ala Gen Z
Sebagai penyanyi yang sudah berkecimpung selama 26 tahun di industri musik, wanita kelahiran Jakarta, 25 Agustus 1985 ini, tahu apa yang ia inginkan.
Bukan kebetulan, karena ini album kesembilannya, ia mengajak sembilan produser untuk terlibat dalam penggarapan 13 lagu di album yang dirilis serentak di seluruh music streaming platform pada Jumat, 26 Juni 2026.
“Memang konsepnya kayak mixtape. Kepikiran sebuah nuansa yang macam-macam di dalamnya. Salah satunya ada Abeng Alter (Daars), salah duanya ada Kenny Gabriel.
"Mereka punya warna yang beda-beda. Jika aku mengemukakan isi pikiranku ke Abeng, bisa jadi dia menerjemahkan berbeda dengan bagaimana Kenny menerjemahkan.
"Ketika aku memilih nama-nama ini, aku sudah tahu persis bahwa output yang diinginkan memang arahnya ke situ,” terang Andien, saat Listening Party Sehidup Semati di The Dharani House, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).
Para produser yang diajak pelantun hit Gemintang ini adalah nama-nama andal yang sudah lama menjadi sahabat karibnya, termasuk Dipha Barus, Ali Akbar Sugiri, Clara Riva, Nikita Dompas, Lafa Pratomo, Kenny Gabriel, Kevin Queency, Kareem Soenharjo, dan Abenk Alteri (Daars).
Baca Juga: Mengapa Banyak Gen Z Pilih Lebih Memilih Hubungan “Ngambang” di Era Aplikasi Kencan
Dipha Barus bahkan mengaku bahwa ia dan Andien lahir dan tumbuh di frekuensi yang sama. Itu sebabnya secara pribadi ia selalu senang menikmati karya sahabatnya.
“Gue selalu senang kalau tiap ngeluarin album, Andien selalu punya warna baru tapi selalu Andien banget. Jadi, gue melihat kayak Andien di beberapa layer di setiap albumnya.
"Di album yang terakhir ini, gue dengerin dari lagu Intro sampai lagu ke-7, Nonchalant, jadi inget jaman Biru Muda (nama band sebelum Andien solo karir).
"Ada di fondasi chord progression yang sama, mengingatkan gue dengan Andien waktu masih di band,” ujar Dipha, yang menghabiskan masa SMA-nya bersama Andien.