senggang

Strategi Baru JAFF Market 2026 agar Film Indonesia Nggak Cuma Jago Kandang

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:56 WIB
Peluang yang bisa didapat di JAFF Market bisa dibilang tidak terbatas karena mempertemukan semua pelaku industri film. (JAFF-Market)

PejuangKantoran.com - Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali menghadirkan JAFF Market pada 28–30 November 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Di tahun ketiganya, pasar film pertama dan terbesar di Indonesia ini memperkuat perannya sebagai platform yang mempertemukan para pelaku industri, dari kreator, produser, investor, distributor, hingga institusi yang mendukung industri.

"Indonesia tidak hanya ingin menjadi pasar bagi film-film dunia, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, distribusi, dan pembiayaan (di industri) agar semakin banyak karya Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon, saat konferensi pers JAFF MARKET 2026 di Midaz Golf Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga: Andien Gaet 9 Produser Musik untuk Garap 13 Lagu dalam Albumnya yang Ke-9, Sehidup Semusik

Itu sebabnya program-program utama yang berkaitan dengan pengembangan proyek, peningkatan kapasitas talenta, business matching, hingga perluasan akses pasar internasional yang sudah ada tahun lalu dihadirkan kembali.

Program-program tersebut adalah Film Industry Exhibitions, JAFF Future Project, Talent Day, Film Lab, Film & Market Conference, Market Screening, Company Showcase, Networking Events, serta JAFF IP Connection yang sebelumnya dikenal sebagai JAFF Content Market.

Peluang yang bisa didapat di JAFF Market bisa dibilang tidak terbatas, karena ruang ini disediakan supaya siapapun yang merasa punya ketertarikan pada industri film bisa saling bertemu.

"Yang biasanya hanya bisa dihubungi melalui telepon, perlu janjian dan belum tentu juga bisa ditemui, di JAFF Market lah kesempatannya. Tidak ada limitasi. Kami justru membuka ruangan ini.

"Selain itu, ruangan ini juga kami sediakan supaya kita sebagai sebuah kesatuan dari perfilman bisa kemudian mempresentasikan diri pada dunia internasional.

"Daripada kita satu per satu mencoba menembus pasar luar, kita sebagai satu kesatuan perlu menembus pasar yang lebih kompetitif,” tambah Market Director JAFF Market Linda Gozali.

Sebagai bentuk nyata penguatan ekosistem perfilman, JAFF Market yang tahun ini disponsori Amar Bank, berupaya memperluas kolaborasi dengan melibatkan:

Baca Juga: 3 Cerita Menarik Di Balik Film 'Jangan Buang Ibu', Yasmin Napper: 'Rumah Terasa Kosong tanpa Ibu'

  • Badan Perfilman Indonesia (BPI)
  • APROFI (Asosiasi Produser Film Indonesia)
  • IFDC (Indonesian Film Directors Club)
  • PILAR (Penulis Indonesia untuk Layar Lebar)
  • INAFEd (Indonesian Film Editors)
  • ICS (Indonesian Cinematographers Society)
  • ACI (Asosiasi Casting Indonesia)

Ekosistem perfilman ini dibenahi dari hulu ke hilir agar pekerja film lokal memiliki kualitas dan standar profesional yang diakui secara global.

Selain itu, pembentukan forum kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka kemungkinan kolaborasi dan jejaring, mendukung akses pendanaan bagi para sineas muda, serta mengangkat perfilman Indonesia biar nggak cuma jago kandang tetapi juga mampu mendunia.

Tags

Terkini