PejuangKantoran.com - Paylater saat hendak berlibur menawarkan kemudahan untuk membeli tiket, memesan hotel, hingga membayar kebutuhan liburan tanpa harus mengeluarkan seluruh uang di awal. Bagi Gen Z yang ingin tetap bisa menikmati perjalanan di tengah budget terbatas, konsep “jalan-jalan dulu, bayar belakangan” memang terdengar menggoda. Namun, di balik kemudahannya, ada risiko yang perlu diperhitungkan.
Baca Juga: Healing Tipis-Tipis: 5 Ide Liburan Singkat yang Bisa Dilakukan Tanpa Ambil Banyak Cuti
Kenapa Paylater Menarik Saat Hendak Liburan?
Liburan sering kali dianggap sebagai bentuk self-reward setelah menjalani rutinitas pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Ketika muncul kesempatan mendapatkan tiket murah atau melihat teman mengunggah perjalanan di media sosial, keputusan untuk traveling bisa terasa semakin sulit ditolak.
Di sinilah FOMO (Fear of Missing Out) dapat berperan. Keinginan untuk tidak ketinggalan tren atau pengalaman yang sedang populer membuat seseorang lebih mudah mengambil keputusan secara spontan.
Paylater kemudian menjadi solusi instan. Tiket pesawat yang terasa mahal jika dibayar sekaligus bisa terlihat lebih ringan ketika nominalnya dibagi menjadi beberapa cicilan.
Baca Juga: 3 Cerita Seru di Balik Coachella 2025, dari Benson Boone hingga Penonton yang Bayar Pakai Paylater
Masalahnya Bukan pada Paylater, Tetapi Cara Menggunakannya
Paylater pada dasarnya merupakan fasilitas pembiayaan yang membuat pengguna dapat melakukan transaksi sekarang dan membayarnya kemudian, sesuai ketentuan penyedia layanan.
Masalah muncul ketika kemudahan tersebut membuat seseorang mengabaikan kemampuan membayar.
Contohnya, seseorang memiliki budget liburan Rp2 juta, tetapi karena tersedia limit paylater, ia memutuskan mengambil hotel yang lebih mahal, membeli tiket tambahan, atau menambah aktivitas selama perjalanan.
Akibatnya, biaya liburan sebenarnya bukan lagi Rp2 juta. Setelah pulang, masih ada kewajiban cicilan yang harus dibayar dari penghasilan berikutnya.
Baca Juga: Slow Living Travel: 7 Tips Liburan Produktif Tanpa Burnout
Artikel Terkait
Bayu Skak Bakal Kocok Perut Penonton lewat 'Sekawan Limo 2: Gunung Klawih' saat Libur Idul Adha
Libur Panjang, Warga Jakarta Nggak Cuma Bisa Nonton Jerry Yan, tapi juga Belanja di BeautyFest Asia
Berencana Road Trip di Masa Libur Sekolah Kali ini? Coba Perhatikan Etika Berkendara yang Harus Kita Ketahui
Swedia Jadi Negara Pertama yang Bisa Resepkan Liburan dari Dokter
Kata Penelitian, Liburan Setiap Dua Bulan Lebih Efektif Cegah Burnout