Pejuangkantoran.com – Bayangkan, kamu punya asisten pribadi yang bisa membantumu mengingatkan rapat, mengatur jadwal rapat, menyebarkan email atau pesan ke grup tertentu, mencarikan tiket enerbangan dan hotel, dan sebagainya.
Hebatnya, ia tak hanya siap 24 jam selama 7 hari, tak pernah mengeluh, namun juga bisa kamu tenteng ke mana-mana bahkan saat kamu berada di toilet.
Ya, ponsel dengan teknologi AI-native smartphone adalah si asisten pribadi itu. Ini adalah teknologi terbaru dalam dunia ponsel.
Beda dari AI dalam bentuk aplikasi yang diinstal di ponsel, AI-native smartphone adalah ponsel yang dirancang sejak awal (from the ground up) agar kecerdasan buatan (AI) menjadi bagian inti dari sistem operasi, hardware, dan pengalaman pengguna, bukan sekadar fitur tambahan seperti chatbot atau kamera pintar.
Baca Juga: Hampir Setahun Tak Merilis Ponsel Android Lagi, Asus bakal Tinggalkan Lini Smartphone?
Jadi, alih-alih ia sekadar aplikasi, AI-native smartphone menjadi lapisan (layer) yang selalu aktif membantu pengguna di hampir semua aktivitas.
Analogi sederhana, kamu punya dua asisten. Misal, smartphone biasa dengan fitur AI ibaratnya AI-nya adalah pegawai yang akan dipanggail saat dibutuhkan. Kamu akan “memanggail” AI saat ingin menghapus objek di foto atau menerjemahkan bahasa atau mencari data tertentu.
Sedang AI-native smartphone ibaratnya AI-nya adalah sekretaris pribadi yang selalu menemanimu. Ia paham dengan kebiasaan, paham mengantisipasi kebutuhan, dan bisa menjalankan banyak tugas tanpa harus diperintah langkah per langkah.
Ciri-ciri AI-native smartphone
- AI menjadi pusat sistem operasi
Semua aplikasi dapat memanfaatkan AI yang sama. Contoh, AI-native smarphone bisa menghubungkan semua: kalender untuk mengetahui jadwal rapat, email untuk mengetahui undangan yang masuk, dan peta mengetahui lokasi tujuan.
Saat kamu memberi info kepada ponsel seperti ini: "Besok saya ada rapat di kantor pusat. Ingatkan saya berangkat lebih awal kalau jalan macet." AI akan membaca kalender, memonitor lalu lintas, dan memberi notifikasi pada waktu yang tepat.
Baca Juga: Dampak Nyata Nomophobia Bagi Pengguna Smartphone Berlebihan dan Cara Menguranginya
- Memahami konteks (Context Awareness)
Hebatnya teknologi terbaru ini, AI bisa mengetahui konteks, bukan hanya perintah. Misal kamu mengetik: "Balas saja nanti sore." AI bakal tahu bahwa kalimat itu ditujukan kepada orang yang terakhir mengirim pesan.
- Multi-step reasoning
AI mampu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Misal, kamu sedang merencanakan makan siang bersama, lalu mengetik info: "Cari restoran Jepang dekat lokasi meeting hari Jumat, lalu kirim ke grup."