PejuangKantoran.com - Asus mengumumkan bahwa mereka tidak akan memproduksi smartphone Android baru. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Chairman Asus, Jonney Shih, dalam acara “2025 Year-End Gala” yang digelar awal bulan ini.
Dalam pernyataannya, Shih mengatakan bahwa Asus tidak akan menambahkan model ponsel baru di masa depan. Namun, pengguna tak perlu khawatir karena perusahaan tetap berkomitmen memberikan layanan untuk smartphone Asus yang sudah ada.
Pernyataan ini sempat ditanggapi secara berbeda. Apakah Asus hanya menghentikan pengembangan model baru, atau benar-benar keluar dari pasar smartphone?
Baca Juga: WFH dan PJJ di Jakarta Berlaku hingga 28 Januari 2026 Akibat Cuaca Ekstrem
Kalau melihat konteksnya secara keseluruhan, keputusan tersebut menunjukkan bahwa Asus memang akan meninggalkan lini bisnis smartphone Android sepenuhnya.
Selama ini, perusahaan yang bermarkas di Taipei itu dikenal lewat dua lini ponsel utamanya, yaitu Zenfone sebagai flagship umum, dan ROG (Republic of Gamers) Phone yang menyasar segmen gaming.
Namun, hampir satu tahun terakhir Asus tidak merilis perangkat kelas atas baru. Ketersediaan ROG Phone 8 dan ROG Phone 9 juga semakin menipis di berbagai pasar global. Di Amerika Serikat, seluruh varian ROG Phone bahkan sudah habis stoknya di situs resmi Asus.
Sementara itu, lini Zenfone nyaris tak pernah terlihat di pasaran, terlebih setelah Asus memutuskan tidak menjual Zenfone 12 Ultra di wilayah tersebut.
Situasi ini membuat pasar ponsel gaming menjadi semakin sempit. Bahkan, salah satu kompetitor Asus, Redmagic, sempat menanggapi kabar ini dengan nada optimistis pada awal Januari lalu.
Di balik keputusan besar ini, Asus mengungkap bahwa alasan utamanya meninggalkan pasar smartphone adalah perubahan fokus perusahaan ke arah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2026 Sudah Dibuka, Simak Bidang STEM dan Non-STEM yang Bisa Kamu Pilih!
Jonney Shih menyebut adanya pergeseran paradigma di industri teknologi. Sumber daya yang sebelumnya digunakan untuk pengembangan smartphone sekarang ini dialihkan untuk memperkuat bisnis PC komersial dan perangkat AI fisik, seperti robot AI, teknologi robotik, hingga kacamata pintar berbasis AI.
Meski menghentikan produksi smartphone baru, Asus memastikan tidak akan meninggalkan penggunanya begitu saja. Perusahaan tetap akan menyediakan pembaruan perangkat lunak, layanan garansi, dan dukungan teknis bagi pengguna smartphone Asus yang masih aktif.
Selain faktor strategi, tekanan industri juga berperan besar. Kenaikan harga komponen memori secara global membuat margin bisnis smartphone semakin tipis.
Di tengah persaingan yang sangat ketat, kondisi ini membuat produksi ponsel menjadi kurang menguntungkan. Meski Asus berupaya menekan biaya lewat kerja sama rantai pasok, situasi ekonomi mau nggak mau mendorong perusahaan mundur dari pasar handset.
Artikel Terkait
Lekat dengan Budaya Batak, Kok Oki Rengga Luwes Berbahasa Jawa di 'Sebelum Dijemput Nenek'?
8 Panduan Praktis Bagi Weekend Runner Agar Tetap Aman dan Sehat Dalam Latihan Lari
Mau Career Hedging? Berikut Contoh Email Pemberitahuan Kepada Atasan atau HR untuk Itu
Gangguan Internet Besar-besaran di Indonesia, IndiHome dan Telkomsel Kembali Normal
Alexandra Palt: Tantangan Perempuan di Dunia Kerja Tidak Seberat Realita Perempuan di Dunia Nyata
10 Latihan Agar Lutut Kamu Sebagai Pelari Menjadi Lebih Kuat dan Terhindar Dari Cedera
Menurut Sebuah Studi, Jam Kerja Lebih Panjang Tidak Lalu Menjadi Lebih Produktif