Dampak Nyata Nomophobia Bagi Pengguna Smartphone Berlebihan dan Cara Menguranginya

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB
Dampak nomophobia bisa menyebabkan hubungan pertemanan atau keluarga memburuk. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Dampak nomophobia bisa menyebabkan hubungan pertemanan atau keluarga memburuk. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Hampir pasti, kehidupan orang-orang modern saat ini berisiko terkena nomophobia. Nomophobia alias no mobile phone phobia atau rasa takut, cemas, atau tidak nyaman yang berlebihan ketika seseorang tidak dapat mengakses ponselnya.

Dengan kehidupan kita saat ini yang bisa dibilang tidak bisa lepas dari ponsel, karena itu nomophobia bisa berdampak pada kita. Apa saja dampaknya?

Pertama, nomophobia bisa berdampak pada kesehatan mental, seperti bisa meningkatkan kecemasan, meningkatkan stres, menurunkan kemampuan fokus, hingga memperburuk kualitas tidur.

Kedua, dampak terhadap hubungan sosial. Nomophobia berisiko mengurangi kualitas percakapan tatap muka, meningkatkan fenomena "phubbing" (mengabaikan orang lain karena sibuk dengan ponsel), dan menurunkan kualitas hubungan keluarga dan pertemanan.

Ketiga, nompphobia juga bisa menyebabkan produktivitas menurun. Ini dsebabkan oleh sulitnya berkonsentrasi lama, sering terdistraksi notifikasi, sehingga menurunkan efisiensi kerja atau belajar.

 Baca Juga: Waspada, Nomophobia Penyakit Orang Modern yang Bisa Jadi Menjangkiti Kamu!

Kapan Harus Diwaspadai?

Meskipun pada tingkatan tertentu, wajar, nomophobia patut diperhatikan jika:

  • Kamu menjadi sangat panik saat ponsel tidak ada.
  • Kamu tidak mampu beraktivitas tanpa terus memeriksa ponsel.
  • Penggunaan ponsel sudah mengganggu tidurmu.
  • Nomophobia sudah mengganggu pekerjaan atau hubungan keluarga.
  • Dan, meskipun kamu sadar bahwa menggunakan ponsel secara berlebihan itu berdampak negatif, namun tetap menggunakannya tanpa kontrol yang baik.

Cara Mengurangi Nomophobia

Banyak ahli berpendapat bahwa nomophobia bukan semata-mata ketakutan kehilangan perangkat fisik, melainkan ketakutan kehilangan koneksi, informasi, dan rasa kontrol atas kehidupan sehari-hari yang kini sebagian besar dimediasi oleh smartphone/ponsel cerdas.

Ketika nomphobia sudah menggganggu kehidupan sehari-hari, wajib untuk dicegah dan dikurangi dampaknya. Beberapa strategi yang didukung penelitian perilaku digital antara lain menyarankan untuk:

Baca Juga: Kenakan Kaus Kaki Saat Tidur Agar Tidurmu Lebih Nyenyak. Ada Alasan Ilmiahnya, lho!

  • Menonaktifkan notifikasi yang tidak penting.
  • Menetapkan waktu khusus untuk mengecek pesan.
  • Membiasakan periode tanpa ponsel (digital break).
  • Tidak membawa ponsel ke meja makan.
  • Tidak menggunakan ponsel 30–60 menit sebelum tidur.
  • Menggunakan jam tangan atau jam alarm terpisah agar tidak bergantung pada ponsel untuk semua hal.
  • Melakukan aktivitas offline seperti berjalan kaki, membaca buku, atau bertemu teman secara langsung.

Sebagai catatan, bagi sebagian orang, gejala nomophobia dapat berkurang secara signifikan hanya dengan mengurangi frekuensi pengecekan ponsel dan memperbaiki kebiasaan penggunaan teknologi. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X