PejuangKantoran.com - Beach club terbesar di dunia, Atlas Beach Fest, sedang bersiap untuk merayakan hari jadinya yang pertama di Bali.
Meski baru satu tahun, beach club yang berlokasi di Canggu, Bali, ini dengan cepat menjadi salah satu tempat hiburan terkemuka di pulau tersebut.
Tempat ini juga disebut telah melakukan upaya bersama untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat maupun wisatawan.
Para pemimpin lokal, salah satunya Made Kamajaya, Kepala Desa Tibubeneng—lokasi Atlas berada, berbagi cerita mengenai dampak yang ditimbulkan oleh tempat tersebut selama 12 bulan terakhir.
Baca Juga: 2 Batu Keberuntungan untuk Kamu yang Lahir di Juli, Menurut Astrologi China
Menurutnya, Atlas memberikan dampak yang sangat positif secara ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Mewakili masyarakat di Tibubeneng, kami merasa sangat senang karena bisnis yang didirikan di desa kami ini telah menjadi salah satu destinasi terbaik di dunia,” katanya.
Membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat sekitar
Beach club yang semula bernama Holywings dan sahamnya dimiliki oleh Hotman Paris ini, dibangun selama masa pandemi.
Saat itu, banyak orang yang menyuarakan keprihatinan mereka mengenai dampak tempat tersebut nantinya terhadap masyarakat dan lingkungan setempat.
Namun, klub pantai terbesar di dunia ini membuat serangkaian komitmen untuk memastikan bahwa bisnis tersebut akan memberikan lebih banyak peluang bagi masyarakat sekitar dan juga di seluruh Bali.
Kamajaya menjelaskan, “Kehadiran Atlas telah membuka peluang bagi industri tenaga kerja dan mewadahi masyarakat hingga anak-anak muda di Tibubeneng untuk dapat bersama-sama membangun usaha dengan cara bekerja.”
Tak hanya itu, tempat hiburan megah itu juga membuka ruang bagi Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM). Disebutkan, UMKM di sana semakin berkembang dan memiliki peluang untuk berbisnis.
Kamajaya kembali menegaskan bahwa secara tidak langsung, kehadiran Atlas memberikan multiplier effect yang positif bagi perekonomian masyarakatnya.