Baca Juga: Daftar 150 Restoran Legendaris Dunia, Ada Warung Mak Beng di Bali!
Apakah itu dengan menjelajahi kulinernya, membeli produk untuk dibawa pulang seperti jamu, rempah-rempah, dan bahkan arak tradisional, atau mencari manfaat kesehatan dari jamu tradisional Bali.
Ubud sendiri dipilih sebagai destinasi wisata gastronomi dunia karena stakeholder-nya sudah siap dan sangat kolaboratif. Menikmati hidangan di Ubud sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat setempat.
Setiap tahun, kawasan ini juga menggelar acara seperti Ubud Food Festival (UFF). Festival ini menyuguhkan ragam kuliner Indonesia serta sejarah kuliner yang sedang menjadi perhatian, bertukarnya ide-ide segar dan inovatif, serta dinamika industri kuliner.
Tahun ini, UFF digelar pada 30 Juni-2 Juli 2023 dengan menghadirkan lebih dari 100 ahli kuliner dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Hampir rampung
Pengembangan Ubud sebagai destinasi gastronomi dunia juga diselenggarakan dalam upaya mendukung arahan Presiden Joko Widodo untuk mengenalkan keunggulan kuliner dan rempah-rempah Indonesia ke seluruh penjuru dunia.
Ini merupakan program bernilai strategis, yang tentunya juga menjadi sarana untuk mempromosikan potensi gastronomi, budaya, dan agrikultur Bali.
Saat ini persiapan pengembangan Ubud sebagai destinasi gastronomi berstandar dunia, yang dimulai dari fase analisis dan diagnosis, penyusunan desain teknis, hingga pengembangan rencana bisnisnya, sudah hampir rampung.
Baca Juga: Ubud Food Fest, Festival Kuliner dan Pecinta Makanan Bakal Digelar Lagi
“Dua fase pertama telah rampung. Tinggal fase terakhir yakni pengembangan rencana bisnis. Targetnya September nanti sudah selesai,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Helson Siagian usai menghadiri Kick-off Meeting Tindak Lanjut Pilot Project Pengembangan Ubud sebagai Destinasi Gastronomi UNWTO, di Ubud, Bali, Juni lalu.
Langkah mempromosikan Ubud sebagai destinasi kuliner kelas dunia tentunya juga akan membawa segudang keuntungan bagi wisatawan.
Itu sebabnya, pengembangan Ubud sebagai destinasi wisata gastronomi dunia diharapkan bisa dicontoh daerah-daerah lain, terutama Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, yang merupakan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas.