Warga Semarang, tepatnya di Kelurahan Papandayan, Kecamatan Gajahmungkur selalu melakukan lari obor estafet yang sudah dilakukan sejak lama, yaitu sekitar 30 tahun yang lalu.
Peserta lomba lari sambil membawa obor ini juga bukan orang biasa. Mereka adalah para atlet terbaik di Semarang.
Karena obor dianggap sebagai simbol semangat dari para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, perlombaan ini diharapkan dapat mencontoh semangat pahlawan dan melanjutkan perjuangan mereka.
8. Malang - Barikan
Ini adalah tradisi yang dilakukan warga Malang setiap 16 Agustus malam. Acara ini merupakan syukuran di setiap kampung atau lingkungan warga.
Isi acara barikan adalah doa bersama, renungan kemerdekaan, menyanyikan lagu kebangsaan, dan makan bersama.
Tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai wujud syukur dan ajang silaturahim untuk mempererat persaudaraan antar warga.
9. Banjarmasin - Lomba Dayung
Jika di Batam ada Lomba Sampan Layar, maka di Pulau Kalimantan, tepatnya di Banjarmasin, ada Lomba Dayung Perahu Naga. Lomba ini sudah rutin dilakukan setiap tahun sejak 1924 di Sungai Martapura.
Namun, setelah Indonesia merdeka lomba ini dijadikan hiburan ketika menyambut ulang tahun kemerdekaan. Selain itu, lomba ini juga menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit pendayung andal.
Acara yang awalnya hanya diperuntukkan bagi warga setempat, sekarang sudah semakin terkenal dengan peserta yang semakin beragam, termasuk dari provinsi tetangga.
Baca Juga: Tembus Program Discovery, Film “Budi Pekerti” Akan Gelar Pemutaran Perdana di TIFF 2023
10. Lombok – Peresean
Peresean adalah kesenian tradisional masyarakat Suku Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini diikuti oleh pepadu atau jagoan dari berbagai pelosok Lombok.
Mereka akan beradu ketangkasan dan saling serang dengan senjata rotan dan perisai yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Bukan hanya sekadar adu ketangkasan, Peresean memiliki pesan moral persaudaraan dan sikap ksatria laki-laki.