PejuangKantoran.com - WeWork Inc. adalah penyedia ruang kerja bersama (coworking space), termasuk ruang bersama fisik dan virtual, yang berkantor pusat di New York City.
Empat tahun lalu, WeWork sedang mempersiapkan IPO blockbuster. Sekarang perusahaan tersebut memperingatkan kemungkinan adanya kebangkrutan.
"Kerugian kami dan arus kas negatif dari aktivitas operasi menimbulkan keraguan besar tentang kemampuan kami untuk melanjutkan kelangsungan usaha," kata WeWork dalam pengajuan ke SEC pada Selasa (8/8/2023).
Baca Juga: Usai Terapkan Strategi Marketing Baru di Perusahaan, Dell PHK Karyawannya
Keruntuhan spektakuler sebuah perusahaan yang pernah dihargai oleh SoftBank sebesar $40 miliar atau sekitar Rp607 triliun itu sebenarnya telah terjadi selama bertahun-tahun.
Namun, kabar ini tetap masih mengejutkan mengingat banyaknya bangunan komersial besar di seluruh dunia yang menggunakan nama perusahaan tersebut.
Kombinasi dari pandemi Covid-19, yang menyebabkan banyak perusahaan berhenti menyewa WeWork demi pekerjaan jarak jauh, dan kemerosotan ekonomi berikutnya, telah membuat WeWork terlilit utang dan berjuang untuk menghasilkan uang.
Menurut perusahaan tersebut, “Jika kami tidak berhasil meningkatkan posisi likuiditas dan profitabilitas operasi, kami mungkin perlu mempertimbangkan semua alternatif strategis.”
Alternatif yang dimaksud antara lain restrukturisasi atau pembiayaan kembali utang, mencari tambahan utang atau modal ekuitas, mengurangi atau menunda kegiatan bisnis dan inisiatif strategis, atau menjual aset.
Sementara transaksi strategis lainnya dan/atau tindakan lain yang mungkin juga akan dilakukan perusahaan adalah memperoleh keringanan berdasarkan Kode Kebangkrutan Amerika Serikat.
Saham WeWork berharga di bawah 1 dollar
Sejak pertengahan Maret 2023, saham WeWork telah diperdagangkan di bawah $1. Angka tersebut bahkan jatuh 26% menjadi 15 sen dalam perdagangan yang diperpanjang pada Selasa.
Sekarang WeWork memiliki kapitalisasi pasar di bawah $500 juta atau hampir Rp7,6 triliun.
Perusahaan mengalami kerugian bersih pada paruh pertama tahun ini sebesar $700 juta atau Rp10,6 triliun, setelah kehilangan $2,3 miliar atau Rp34,9 triliun pada 2022.
Baca Juga: Jumlah Tenaga Non-ASN Membengkak, Revisi UU ASN Jamin 2,3 Juta Tenaga Honorer Tak akan Di-PHK
Artikel Terkait
Perekonomian Indonesia Meroket 5,17 Persen di Kuartal II-2023
Jadi Content Creator Tak Harus Modal Banyak, Ini Langkah yang Mesti Kamu Dahulukan!
Fakta Sang Saka Merah Putih yang Dijahit Fatmawati, Bukan Berasal dari Sprei Warna Putih
Arti Lirik Lagu V BTS “Love Me Again” yang Syuting MV-nya Jauh-Jauh ke Spanyol
Ada Alasan Medis Mengapa Tubuh Mudah Merasa Lelah padahal Sudah Cukup Istirahat
Omar Esteghlal Anggap "Budi Pekerti" Naskah Terbaik yang Pernah Dibaca Seumur Hidupnya