5 Hotel Bersejarah di Indonesia, Cocok Banget Buat Ide Staycation Liburan Akhir Tahun

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 1 Desember 2022 | 09:00 WIB
The Hermitage jakarta. (Dok. What's New Jakarta)
The Hermitage jakarta. (Dok. What's New Jakarta)

PejuangKantoran.com - Tahukah kamu di antara hotel-hotel baru di Indonesia, terselip hotel bersejarah di Indonesia. 

Tak dimungkiri hotel bersejarah di Indonesia ini berakar dari perjalanan sejarah yang sangat panjang dari masa penjajahan hingga zaman kemerdekaan yang kita rasakan sekarang. Hal ini terbukti dengan banyaknya bangunan tua yang menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia. 

Menginap di hotel bersejarah di Indonesia tentunya akan menjadi pengalaman menarik bagi Anda untuk menginap di hotel-hotel tersebut. Berikut beberapa rekomendasi hotel bersejarah di Indonesia.

Baca Juga: Lowongan Signing Editor di Platform Menulis Novel Digital di ByteDance

1. The Hermitage Jakarta

Dilihat dari bangunan luarnya, terlihat jelas arsitektur khas masa kolonial. Jauh sebelum dioperasikan sebagai hotel bintang lima, bangunan ini dulunya merupakan pusat telekomunikasi pemerintah Hindia Belanda bernama Telefoongebouw yang pertama kali dibangun pada tahun 1920. Beberapa tahun setelahnya, bangunan ini sempat dialihfungsikan menjadi kantor pemerintahan.

Lalu, tahun 1999 menjadi sebuah perguruan tinggi bernama Universitas Bung Karno (UBK). Hanya saja, bangunan tersebut tidak mendapatkan perawatan yang layak sehingga pada tahun 2008 diubah fungsinya menjadi penginapan yang tetap mempertahankan nilai sejarah, terutama pada arsitektur dan interior ruangan. Tujuh tahun setelah itu, pihak Tribute Portfolio mengambil alih kepemilikannya dan kini dikenal sebagai Hotel The Hermitage Jakarta.

2. Sriwijaya Hotel, Jakarta

Merupakan salah satu hotel tertua di Jakarta. Jauh sebelum dikenal sebagai tempat menginap yang nyaman seperti sekarang, hotel ini dulunya adalah sebuah toko roti milik seorang warga negara asing bernama Conrad Alexander Willem Cavadino. Sejak berdiri tahun 1863, bakery milik Cavadino itu menjual beraneka macam cokelat, permen, cerutu tradisional Belanda, anggur, dan bahan pangan dengan kualitas terbaik. Toko ini semula berada di Rijswijk dan Citadelweg atau sekarang Jalan Veteran dan Jalan Veteran I.

Baca Juga: Buruan Booking Cuti Liburan Akhir Tahun, Vietjet Bakal kasih Diskon Tiket Pesawat Buat Liburan

Selama bertahun-tahun, toko tersebut sukses dan dikenal luas oleh para bangsawan dan pendatang. Saking terkenalnya, Cavadino menyulap toko miliknya menjadi hotel. Awalnya, beliau beri nama Hotel Cavadino. Orang-orang kaya pada masa itu semakin meramaikan toko Cavadino. Bahkan, mereka pun menginap untuk menikmati suasana kota yang asri ketika sore dan malam hari, sambil menyantap roti buatan Cavadino.

Pada tahun 1899, hotel ini berubah nama menjadi Hotel du Lion d’Or dan bertahan selama 42  tahun. Lalu, kembali mengubah namanya menjadi Park Hotel dan terakhir menjadi Hotel Sriwijaya sejak tahun 1950-an sampai sekarang.  

Hotel Lengkong GKPRI
Hotel Lengkong GKPRI (Dok. Hotel Lengkong)

3. Horison Arcadia, Surabaya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Pegi-pegi.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X