Di Surabaya, hotel bersejarah di Indonesia yang patut kamu tahu adalah Hotel Horison Arcadia. Fasad -sisi luar sebuah bangunan- dari hotel ini seakan mengingatkan Anda pada masa kolonial Belanda yang sering ditampilkan dalam film dokumenter. Gedung ini berdiri sejak tahun 1916 dan pada awal pendiriannya dioperasikan sebagai kantor perusahaan di bidang perkebunan milik Belanda bernama ‘Geo Wehry & Co’.
Setelah masa penjajahan berakhir, gedung ini sempat terbengkalai. Barulah pada tahun 2017, pihak Grup Brasali mengambil alih kepemilikannya untuk dijadikan sebuah hotel. Beberapa bagian gedung direnovasi sesuai kebutuhan, tapi bagian depan hotel masih merupakan bangunan asli dengan ciri khas warna merah maroon dan bata.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Kamu Tidak Dipromosikan untuk Jabatan yang Lebih Tinggi
4. Hotel Salak The Heritage
Selanjutnya, di Kota Bogor, Jawa Barat. Ada satu hotel ikonik yang juga dibangun di atas gedung bersejarah. Bangunan ini dulunya sempat dipakai untuk tempat beristirahat keluarga Gubernur Jenderal VOC beserta para elit pemerintahan pada masa itu. Kemudian, dijadikan markas militer Jepang tahun 1948, dan akhirnya berhasil dimiliki Indonesia pasca kemerdekaan. Bangunan ini digunakan untuk berbagai kebutuhan pemerintah sebelum dialihfungsikan menjadi hotel pada tahun 1998 dengan nama Hotel Salak The Heritage.
Hotel ini dibangun dengan gaya royal heritage dan dilengkapi dengan fasilitas berteknologi modern. Di dalamnya terdapat kebun yang membuat udara segar dan bersih. Cocok sebagai pilihan staycation menyenangkan untuk Anda dan keluarga yang ingin menghabiskan liburan di Bogor dengan menikmati kemewahan dan kenyamanan akomodasi di Hotel Salak The Heritage yang menyimpan sejarah panjang.
5. Hotel Lengkong GKPRI
Belum banyak yang mengetahui bahwa gedung Hotel Lengkong merupakan satu dari sekian banyak warisan Belanda dan menjadi hotel bersejarah di Indonesia. Dahulu, gedung ini digunakan pemerintah sebagai Gedung Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia (GKPRI). Peresmian gedung dilaksanakan pada 20 Juli 1959 oleh Raden Hasan Nata Permana yang menjabat sebagai Ketua Pegawai Koperasi Republik Indonesia (PKRI) ketika itu. Oleh sebab terkendala biaya, kegiatan koperasi terpuruk dan gedung ini tidak terurus seperti sedia kala. Kemudian, dimanfaatkan pemerintah untuk kebutuhan ruang pendidikan yang masih kurang.
Tepatnya pada Agustus 2004, fungsi GKPRI berganti menjadi sebuah wisma di Jawa Barat bernama Hotel Lengkong karena lokasinya berada di Jalan Lengkong Besar. Meskipun klasifikasi hotelnya non bintang, hotel ini direkomendasikan bagi Anda yang mencari penginapan murah dan nyaman dekat pusat kota.
Artikel Terkait
Virtual Assistant, Pekerjaan Remote yang Lagi Diminati. Simak Cara Kerjanya!
Pria yang Insecure dengan Jabatannya Sering Flirting Di Kantor demi Kemajuan Kariernya
Waspada Lowongan Kerja Palsu, Ini Ciri-cirinya!
Festival ReadyToWork, Tempat buat Nambah Ilmu, Berburu Kerja, dan Berjejaring
4 Cara Agar Tak Tertipu Lowongan Kerja Palsu
Kasihan Amat, 2 dari 3 Milenial Tidak Mendapat Manfaat Break Makan Siang