Tren Karier Di Digital Marketing Melonjak Pesat Sejak Emily di Paris Season 3 Tayang di Netflix

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 16 Februari 2023 | 16:37 WIB
Emily in Paris menimbulkan tren karier di dunia digital marketing. (Netflix)
Emily in Paris menimbulkan tren karier di dunia digital marketing. (Netflix)

PejuangKantoran.com - Serial Emily in Paris season ketiga baru ditayangkan di Netflix pada 21 Desember 2022 lalu.

Pada musim ketiga ini, penonton masih dimanjakan dengan pemandangan seputar croissant, baret, dan busana yang semuanya masih ditata oleh desainer kostum Patricia Field.

Satu bulan sejak penayangan perdana musim ketiganya, Emily in Paris masih masuk dalam daftar 10 besar acara Netflix di lebih dari 90 negara. Perhatian utama dari serial ini masih berpusat di sekitar karakter favorit penggemar, Alfie (diperani actor Inggris Lucien Laviscount).

Baca Juga: 10 Film Romantis buat Ditonton Bareng Sama Pasangan: Ada yang Bikin Baper, Kesel, dan Termehek-mehek

Namun, Emily in Paris ternyata juga memengaruhi dunia kerja, bahkan telah meningkatkan tren karier selama beberapa minggu berikutnya.

Tren ini diawali oleh gaya hidup Emily (diperani oleh Lily Collins) yang tak jauh-jauh dari champagne, macaroon, dan sepatu Manolo Blahnik. Penonton jadi bertanya-tanya, apa sih sebenarnya pekerjaan Emily sehingga ia bisa punya gaya hidup semacam itu?

Pencarian seputar pekerjaannya yang glamor dalam digital marketing pun melonjak. Menurut penelusuran oleh tim Humas Movchan, penelusuran untuk “digital marketing untuk pemula” telah meningkat sebesar 24,536% di Inggris Raya.

Mereka juga menemukan bahwa penelusuran untuk “pekerjaan online marketing” telah meningkat sebesar 806% Bukan hanya itu, “kursus online marketing untuk pemula” dan “marketing untuk pemula” juga ikut melesat masing-masing sebesar +1.500% dan +369%.

Baca Juga: Rekomendasi Film Baru di Disney Plus yang Patut Kamu Tonton Bulan Ini

Fakta ini memang sangat mengejutkan. Banyak orang dengan berseloroh mengatakan akan kembali memelajari digital marketing jika itu membuat mereka mampu membeli koleksi Giambattista Valli dan Giuseppe Di Morabito dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Sayangnya, baru-baru ini Nadya Movchan, founder dan PR Lead di Movchan PR, menemukan, bahwa Emily tidak akan pernah mampu membayar gaya hidup Prancisnya yang mewah dengan gaji marketing tingkat menengah.

"Emily tidak akan pernah mampu membeli pakaian itu hanya dengan gajinya," jelas Nadya Movchan. "Menurut Glassdoor, gaji rata-rata tenaga marketing di London adalah £44.371/tahun, naik menjadi £65.031/tahun untuk posisi kepemimpinan.”

Sedangkan di Paris, rata-rata tenaga pemasaran bisa mendapatkan gaji pokok sebesar €45.233/tahun. “Tentu (gaji itu) nyaman, tapi itu bukan gaji yang bisa membuat kita berpakaian Prada dari ujung kepala sampai ujung kaki," kilahnya.

Baca Juga: Asal Usul Hari Valentine, Kisah tentang Santo Pelindung yang Kemudian Malah Dikomersialkan

Sebagai pembanding, penelitian dari New Casino memperkirakan biaya gaya hidup Emily sebenarnya. Emily sepertinya menghabiskan £60.719,07 lebih besar daripada pendapatan tahunannya untuk mempertahankan gaya hidupnya yang mewah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Marie Claire

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X