PejuangKantoran.com - Saat sutradara Angga Dwimas Sasongko menggarap Mencuri Raden Saleh, Rio Dewanto tidak menutup keinginannya untuk ikut berakting di film ini.
Rio Dewanto sebenarnya penasaran kenapa dirinya selalu ditawari bermain film Angga bergenre drama seperti Filosofi Kopi atau Jalan Jauh Jangan Lupa Pulang.
Rio Dewanto bahkan tidak segan-segan meminta untuk dirinya ikut casting di film Mencuri Raden Saleh, yang bukan secara kebetulan dibintangi juga oleh istri Rio, Atiqah Hasiholan.
“Gue agak flashback sedikit ketika Angga mengerjakan Mencuri Raden Saleh, gue bilang sama Angga. ‘Ga, gue casting dong jadi Raden Saleh!’ Dan, pas nonton filmnya, gue pikir kapan ya Angga ngajak film kayak gini. Tawarinnya drama melulu!” akunya saat ditemui di konferesi pers poster preview film 13 Bom di Jakarta di Plaza Senayan XXl.
Baca Juga: Aksi Bela Palestina di Monas, Cek Area yang Alami Rekayasa Lalu Lintas
Ternyata, keinginan bermain film action itu menjadi kenyataan ketika Angga menawarkan peran sebagai Arok di film bergenre action espionage di film tersebut.
“Tiba-tiba di awal tahun ini, kita sempat makan malam bareng. Angga menceritakan sedikit. ‘Gue punya film baru nih, Bay! Dia memanggil gue Cibay,"
"Angga menceritakan referensinya dari film barunya itu. Lalu, gue coba research tentang Subcomandante Marcos. Pas promo film Jalan Jauh Jangan Lupa Pulang, Angga baru menceritakan lebih detail. Lalu ketemu dengan Bung Ipang (M. Irfan Ramli), penulis skenarionya, dia ceritakan lebih detail lagi!”
Setelah mendapat skenario, Rio tidak dapat menutupi kekagumannya akan ide cerita film dan tidak terbayangkan akan seperti apa film ini dibuat.
"Trus pas dapet skenarionya, yang ada di otak gue cuma ini ngerjainnya gimana ya? Bisa apa? Trus budget-nya berapa ya? Trus pas kelar syuting, kayak wow, Angga makin banyak duitnya ternyata," kata Rio.
Baca Juga: Karyawan Muda Dihadapkan pada Pilihan Kerja Hybrid atau Kerja Senin-Kamis, Apa Pilihan Mereka?
"Visinema selalu berinovasi. Dari Mencuri Raden Saleh, kemudian naik kelas ke 13 Bom di Jakarta yang jauh lebih besar, skalanya jauh lebih menegangkan dan banyak action-nya. Gak hanya tembak-tembakan aja, tapi ada car chasing dan masih banyak hal lainnya.”
Berakting sebagai Arok di yang merupakan seorang teroris di film ini , ia mengaku melakukan riset dan pendalaman karakter sendiri. Bahkan, ketika rumah produksi mengajak dirinya ikut 3 hari bootcamp militer sebagai bagian dari proses pendalaman karakter, ia memilih untuk tidak menyelesaikan.
“Kebetulan tidak ada workshop terorisnya ya dan saya pun gak mengharapkan itu sih! Saya mengikuti beberapa workshop kayak workshop hacking dan bootcamp militer. Hanya ikut bootcamp sehari."
Artikel Terkait
Pesona Para Istri Cawapres, dari Rustini Murtadho, Zaizatun Nihajati, hingga Selvi Ananda
Sebelum Menang Miss Grand International, Luciana Fuster Sudah Punya Jutaan Pengikut di Instagram
Baru 3 Tahun Menjabat, Presiden Direktur Unilever Ira Noviarti Mengundurkan Diri
Ritassya Wellgreat, Wakil Indonesia yang Lolos 10 Besar di Miss Grand International 2023
Jadi Aktris Sekaligus Mahasiswa Ini Tips Sukses Amel Carla Lulus Sarjana Hukum 3,5 Tahun
Pertama Main di Film Horor, Fadi Alaydrus Senang Kesampaian Bisa Main bareng Yasamin Jasem
Perombakan Direksi dan Komisaris MRT Jakarta, Jujun Endah Jadi Komisaris PT MRT Jakarta
Ketika Sepatu Kaesang Pangarep Bikin Salah Fokus alias Salfok
Dijuluki Megatron, Atlet Voli Indonesia Megawati Hangestri Kini Jadi Idola Baru di Korea Selatan
Chicco Kurniawan Bangga Sekaligus Cemas, Film Seperti 13 Bom Di Jakarta Bisa Dibuat di Indonesia