Peran Jadi Teroris di 13 Bom di Jakarta, Rio Dewanto Kabur dari Bootcamp Militer

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 5 November 2023 | 17:00 WIB
 Saat Angga menggarap Mencuri Raden Saleh, Rio Dewanto tidak menutup keinginannya untuk ikut berakting di film ini. (Foto : Instagram @riodewanto)
Saat Angga menggarap Mencuri Raden Saleh, Rio Dewanto tidak menutup keinginannya untuk ikut berakting di film ini. (Foto : Instagram @riodewanto)

PejuangKantoran.com - Saat sutradara Angga Dwimas Sasongko menggarap Mencuri Raden Saleh, Rio Dewanto tidak menutup keinginannya untuk ikut berakting di film ini.

Rio Dewanto sebenarnya penasaran kenapa dirinya selalu ditawari bermain film Angga bergenre drama seperti Filosofi Kopi atau Jalan Jauh Jangan Lupa Pulang.

Rio Dewanto bahkan tidak segan-segan meminta untuk dirinya ikut casting di film Mencuri Raden Saleh, yang bukan secara kebetulan dibintangi juga oleh istri Rio, Atiqah Hasiholan. 

“Gue agak flashback sedikit ketika Angga mengerjakan Mencuri Raden Saleh, gue bilang sama Angga. ‘Ga, gue casting dong jadi Raden Saleh!’ Dan, pas nonton filmnya, gue pikir kapan ya Angga ngajak film kayak gini. Tawarinnya drama melulu!” akunya saat ditemui di konferesi pers poster preview film 13 Bom di Jakarta di Plaza Senayan XXl.

Baca Juga: Aksi Bela Palestina di Monas, Cek Area yang Alami Rekayasa Lalu Lintas

Ternyata, keinginan bermain film action itu menjadi kenyataan ketika Angga menawarkan peran sebagai Arok di film bergenre action espionage di film tersebut. 

“Tiba-tiba di awal tahun ini, kita sempat makan malam bareng. Angga menceritakan sedikit. ‘Gue punya film baru nih, Bay! Dia memanggil gue Cibay," 

"Angga menceritakan referensinya dari film barunya itu. Lalu, gue coba research tentang Subcomandante Marcos. Pas promo film Jalan Jauh Jangan Lupa Pulang, Angga baru menceritakan lebih detail. Lalu ketemu dengan Bung Ipang (M. Irfan Ramli), penulis skenarionya, dia ceritakan lebih detail lagi!” 

Setelah mendapat skenario, Rio tidak dapat menutupi kekagumannya akan ide cerita film dan tidak terbayangkan akan seperti apa film ini dibuat. 

"Trus pas dapet skenarionya, yang ada di otak gue cuma ini ngerjainnya gimana ya? Bisa apa? Trus budget-nya berapa ya? Trus pas kelar syuting, kayak wow, Angga makin banyak duitnya ternyata," kata Rio.

Baca Juga: Karyawan Muda Dihadapkan pada Pilihan Kerja Hybrid atau Kerja Senin-Kamis, Apa Pilihan Mereka?

"Visinema selalu berinovasi. Dari Mencuri Raden Saleh, kemudian naik kelas ke 13 Bom di Jakarta yang jauh lebih besar, skalanya jauh lebih menegangkan dan banyak action-nya. Gak hanya tembak-tembakan aja, tapi ada car chasing dan masih banyak hal lainnya.”

Berakting sebagai Arok di yang merupakan seorang teroris di film ini , ia mengaku melakukan riset dan pendalaman karakter sendiri. Bahkan, ketika rumah produksi mengajak dirinya ikut 3 hari bootcamp militer sebagai bagian dari proses pendalaman karakter, ia memilih untuk tidak menyelesaikan. 

“Kebetulan tidak ada workshop terorisnya ya dan saya pun gak mengharapkan itu sih! Saya mengikuti beberapa workshop kayak workshop hacking dan bootcamp militer. Hanya ikut bootcamp sehari."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X