“Karena karakter Lebas ada di tahun 2001, saya banyak mendengarkan musik tahun itu. Salah satunya tiap berada di lokasi, saya bawa speaker dan kita setel lagu-lagu tahun 2001, dan nyanyi bareng,” kenangnya.
Arya juga melatih gesture tubuhnya agar berbeda dengan gesture kesehariannya.
“Mas Rosa memberi petunjuk, kalau bisa jangan langsung di-lock di awal tentang tokohnya. Entah itu pertumbuhan maupun vokalnya.
Baca Juga: Sukuk Tabungan Seri ST011 Dibuka November 2023 Ini! Cocok buat Kamu yang Ingin Investasi Syariah
"Kalau dari awal di-lock, tiba-tiba di tengah menemukan sesuatu yang baru, takutnya susah beradaptasi lagi.
“Aku agak-agak terakhir me-lock semuanya. Yang dari awal sudah saya lock adalah cara berdirinya, bertumpu pada satu kaki. Agak lebay kalau ngomong semesta mendukung ya, tapi beberapa kali latihan kok seperti diarahkan ke poin itu,” katanya terheran-heran.
Menurutnya, ditemukannya ciri khas Lebas ini bukan karena ia mencari apa yang nyaman untuknya, melainkan bagaimana sebenarnya sosok Lebas. Itu contoh detail bagaimana dia mencoba menciptakan tokoh baru tersebut.
Dan, rasanya tidak sia-sia Arya Saloka berusaha total menyelami karakternya sebagai Lebas karena Dian Sastro langsung memuji aktingnya.
“Menurut aku personally, di sini Arya berhasil banget lepas dari karakter yang sebelumnya, dan menjadi karakter Lebas yang ini suatu prestasi lho, Dek! Good job!
“Aku bangga sebagai kakak. Dia pinter, jago dan bagus!” puji Dian Sastro, yang mengaku bahwa dirinya termasuk orang yang jarang dan pelit memberi pujian.
Baca Juga: Cara Memesan Sukuk Tabungan ST011, Mau yang Keuntungan 6,30 Persen atau 6,50 Persen Per Tahun?
Dian bukan hanya saat konferensi pers memuji Arya. Ketika akan menonton pemutaran perdana Gadis Kretek di Busan International Film Festival, Arya sempat nervous. Namun, Dian menenangkannya.
“Thank you, Mbakku. Mbak Dian selalu menyemangati saya. Tapi waktu kami ke Busan, cerita sedikit nih! Saya agak deg-degan waktu pas mau nonton.
“Akhirnya, disemangatin mbak Dian, ‘Elo bagus di sini. Jadi, jangan nervous!’. Denger ucapan itu, saya langsung merasa agak plong!” akunya. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Perombakan Direksi dan Komisaris MRT Jakarta, Jujun Endah Jadi Komisaris PT MRT Jakarta
Dijuluki Megatron, Atlet Voli Indonesia Megawati Hangestri Kini Jadi Idola Baru di Korea Selatan
Chicco Kurniawan Bangga Sekaligus Cemas, Film Seperti 13 Bom Di Jakarta Bisa Dibuat di Indonesia
Peran Jadi Teroris di 13 Bom di Jakarta, Rio Dewanto Kabur dari Bootcamp Militer
Begini Cara Prilly Latuconsina Meneteskan Air Mata di Mata Sebelah Kiri Saja di Film Budi Pekerti
Jadi Teroris di 13 Bom di Jakarta, Rio Dewanto Ngaku Sempat Sulit Keluar dari Karakternya
Angga Yunanda Menaikkan Berat Badan 15 Kilogram untuk Menjadi Muklas di Budi Pekerti