Totalitas aktor yang memulai karir aktingnya di FTV Titipan Ilahi ini juga terlihat dari kesadarannya bahwa syuting serial laga berpotensi menyebabkannya cedera.
“Begitu setuju, otomatis ada obligasi yang harus aku lakukan seperti latihan fisik, prepare for the mental-nya juga karena banyak tantangannya.
"Ada koreografi, beban fisik, dan pendalaman karakter karena ngediskusiin karakter yang sangat kompleks. Yang pasti, tantangan terberatnya adalah stamina.
"Menjalankan produksi series laga dengan tugas yang lumayan panjang, stamina dan makan sehat yang paling penting!” ujar Bio One, yang kemudian mengaku bagian tersulit dalam produksi justru saat pemotretan poster.
Baca Juga: Besok Jumat Saat Hari Pahlawan, Libur Nggak Sih? Betulkah Masih Ada Cuti Bersama?
Sedangkan soal chemistry, ia mengaku tidak mengalami kesulitan. Sebab di luar lokasi syuting, ia berteman baik dengan Jefri Nichol, Giulio Parengkuan, dan juga sutradara Sidharta Tata.
“Mereka juga sangat profesional dan menyenangkan. Dari awal, sudah tertarik karena mas Tata lumayan deket, juga Nichol dan Giu juga teman dekat.
"Kayak nongkrong sama temen aja syutingnya Seperti main-main tetapi sebenarnya syuting!” pungkasnya. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Chicco Kurniawan Bangga Sekaligus Cemas, Film Seperti 13 Bom Di Jakarta Bisa Dibuat di Indonesia
Peran Jadi Teroris di 13 Bom di Jakarta, Rio Dewanto Kabur dari Bootcamp Militer
Begini Cara Prilly Latuconsina Meneteskan Air Mata di Mata Sebelah Kiri Saja di Film Budi Pekerti
Jadi Teroris di 13 Bom di Jakarta, Rio Dewanto Ngaku Sempat Sulit Keluar dari Karakternya
Angga Yunanda Menaikkan Berat Badan 15 Kilogram untuk Menjadi Muklas di Budi Pekerti
Pujian Dian Sastro untuk Arya Saloka Saat Berhasil Lepas dari Sosok Aldebaran demi Gadis Kretek