Berperan sebagai Intel di 13 Bom di Jakarta, Ganindra Bimo Mati-matian Belajar Tidak Berkedip saat Menembak

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 29 Desember 2023 | 13:32 WIB
Berperan sebagai agen intelijen di film 13 Bom di Jakarta, Ganindra Bimo harus menjalani serangkaian workshop. (Instagram @ganindrabimo)
Berperan sebagai agen intelijen di film 13 Bom di Jakarta, Ganindra Bimo harus menjalani serangkaian workshop. (Instagram @ganindrabimo)

PejuangKantoran.com - Banyak perubahan gerak-gerik dan tingkah laku yang harus dilakukan Ganindra Bimo saat bermain di 13 Bom di Jakarta. Sebagai agen intelijen bernama Emil, ia harus mengubah gaya berjalannya menjadi tegap dan gagah .

Ganindra Bimo mengaku punya kebiasaan menyeret kaki saat berjalan. Sebagai Emil di film 13 Bom di Jakarta, tentu ia tidak bisa berjalan seperti itu.

“Saya juga melatih supaya badan tidak bergerak dan mata tidak berkedip saat menembak. Melatih hal seperti itu bukan hal yang gampang!” tukas Ganindra Bimo, saat pemutaran perdana film 13 Bom di Jakarta di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/12/2023).

Baca Juga: Liburan Tahun Baru 2024 di Jepang, Cek Dulu Kondisi Ini

Untuk menyiapkan peran tersebut, berbagai macam workshop ia jalani, dari workshop fighting, bootcamp, hingga drifting. Salah satu yang paling berkesan adalah workshop fighting yang ia jalani selama dua bulan bersama Rio Dewanto.

Adegan laga tersebut ditampilkan pada akhir film, di mana Emil akan berhadapan dengan teroris Bernama Arok, yang diperankan Rio Dewanto.

“Workshop fighting dengan Rio Dewanto itu seru banget! Ngafalin gerakan, kita nyari-nyari momen, nyari sela napas. Workshop ini sendiri menghabiskan waktu dua bulan.

“Untungnya selama syuting, tidak ada yang cedera. Salah satu kemewahan buat saya, bukan hanya dari skala produksinya. Tapi juga kemewahan pengelolaan para talenta dari Visinema, bagaimana berinvestasi dengan waktu dan sistem keselamatan.

“Karena itu yang membuat kami sebagai pemain, setiap scene yang terlihat bahaya dan menegangkan, tapi sebenarnya pas ngejalanin udah fun banget!” ujar aktor kelahiran 29 Maret 1987 ini.

Ketika mendapat tawaran berakting di film garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko ini, Bimo mengaku sama sekali tidak punya bayangan filmnya akan seperti apa.

Tidak terpikirkan bahwa saat membaca sinopsis tentang bom meledak di mobil, ternyata itu benar-benar terjadi dan pengerjaannya tidak sejelimet yang ia bayangkan.

Baca Juga: Lebih dari 70% Lowongan Kerja di Republik Ceko Dibuka untuk Tenaga Kerja Asing, Kamu Berminat?

“Buat saya pribadi, jujur, film ini melebihi ekspektasi karena ketika pertama kali mendapat skrip dan ngebaca, rasanya kayak utopia banget.

“Bagaimana caranya men-delivery, mengeksekusi ide dan gagasan yang besar dan abstrak jadi satu adegan yang konkrit,” ujar aktor yang mengawali karir sebagai finalis VJ MTV Hunt 2008 itu.

Ternyata, Visinema, Angga Dwimas Sasongko, dan produser Taufan Adryan sudah tahu bagaimana sistem dan skema agar sesuatu serumit adegan bom meledak di mobil itu bisa tereksekusi dengan baik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X