Muncul di Rolling Stone, Niki Zefanya Beberkan Pahitnya Cinta dalam Single Kedua Blue Moon

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 21 Juni 2024 | 18:58 WIB
Usai  tampil di The Jimmy Kimmel Live, Niki Zefanya muncul dalam wawancara dengan Rolling Stone. (Instagram @nikizefanya)
Usai tampil di The Jimmy Kimmel Live, Niki Zefanya muncul dalam wawancara dengan Rolling Stone. (Instagram @nikizefanya)

PejuangKantoran.com - Tanpa banyak gembar-gembor, Kamis (30/5/2024) lalu Niki Zefanya tampil di talkshow Amerika “The Jimmy Kimmel Live” yang ditayangkan di TV ABC.

Penyanyi Indonesia yang memakai nama tunggal “Niki” itu hadir untuk mempromosikan album studio ketiganya, Buzz. Untuk itu, Niki menyanyikan single pertamanya, Too Much of A Good Thing.

Buzz, yang disebut-sebut sebagai salah satu proyek paling ambisiusnya saat ini, dijadwalkan dirilis pada 9 Agustus. Sedangkan single keduanya, Blue Moon, dirilis secara eksklusif oleh majalah Rolling Stone.

Baca Juga: Setelah di Sinetron dan Layar Lebar, Keluarga Cemara Kini Diangkat Jadi Teater Musikal

Lagu yang ditulis Niki selama Nicole World Tour 2023 itu mengacu pada kelangkaan astrologi dari Blue Moon.

Niki mengatakan bahwa lagu tersebut mengisahkan kehancuran sebuah hubungan yang dalam tetapi secara perlahan dan tiba-tiba.

Penyanyi kelahiran Jakarta, 24 Januari 1999 itu menggambarkannya sebagai salah satu cinta terdalam yang bisa kita alami, tetapi sekaligus merupakan kiasan klasik dari “the right person in the wrong time.”

Video musik pengiringnya sangat terinspirasi oleh film fantasi The Wizard of Oz, demikian menurut Niki Zefanya.

“Adegan di mana rumah Dorothy tiba-tiba tumbang menjadi angin puting beliung melambangkan bagaimana rasanya, di mana kita tidak menyadari kekacauan itu, dan seperti bertahan seumur hidup,” serunya.

Niki mengatakan ketika sutradara Ivana Bobic pertama kali mendengar kalimat, “We were swept up in the cruelest cyclone (Kami tersapu topan yang paling kejam),” yang langsung terpikir oleh Bobic adalah mengambil contoh dari film klasik tahun 1939 tersebut.

“Saya merasa, 'Gila banget, karena saya memikirkan hal itu saat saya menulis lagu ini.' Jadi kami benar-benar terhubung melalui hal itu, dan hal itu terus berkembang,” ujar penyanyi yang berada di bawah manajemen 88Rising ini.

Baca Juga: Bruno Mars Konser di Jakarta 13-14 September 2024

Dia teringat bagaimana video tersebut menangkap perasaan tidak sadar akan kekacauan, karena “Saya benar-benar bernyanyi di depan kamera saat semua benda beterbangan dan rambut saya ada di mana-mana.”

Blue Moon dirilis setelah single pertama Too Much Of A Good Thing, dan diproduksi bersama oleh teman dekat dan kolaborator Niki, Ethan Gruska. Ada pun Rob Moose menampilkan permainan biola, viola, dan aransemen senarnya.

Sebagian besar lagu dalam album Buzz ditulis saat dirinya berada di berbagai tempat di seluruh dunia saat tur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Rolling Stone

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X